AI Diprediksi Jadi Masa Depan Pariwisata, Industri Diminta Segera Beradaptasi

Silvia Ratna Ariani Tekankan Pentingnya Kolaborasi Inovasi Teknologi Menuju Tahun 2030

DENPASAR, MataDewata.com | Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diprediksi menjadi faktor penentu utama arah perkembangan industri pariwisata di masa depan. Pelaku industri pariwisata pun didorong untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital demi memenuhi ekspektasi wisatawan yang kini semakin bergantung pada kecanggihan AI.

Ketua Bali Future Lab, Silvia Ratna Ariani, menekankan bahwa integrasi AI dalam dunia bisnis, khususnya pariwisata, adalah sebuah keniscayaan menuju tahun 2030. “Kita tidak bisa menghindari bahwa AI adalah masa depan. Wisatawan saat ini telah berbasis AI dalam mencari destinasi maupun menyusun itinerary perjalanan. Industri harus mampu mengadaptasi hal tersebut agar tetap relevan,” ujarnya saat ditemui di BIM University, Denpasar, Kamis (9/7/2026).

Baca juga :  Bank BPD Bali Petik Ilmu Penguatan Klaster UMKM di Semarang

Silvia menjelaskan bahwa Bali Future Lab hadir sebagai ruang kolaborasi strategis bagi akademisi, pelaku industri, dan inovator untuk mengeksplorasi potensi AI. Melalui inovasi yang dikembangkan, pelaku industri dapat menawarkan layanan yang terintegrasi dengan platform berbasis AI, sehingga wisatawan lebih mudah menemukan produk pariwisata yang tepat dan akurat.

Lebih jauh, Silvia menyoroti perubahan fundamental dalam strategi promosi dan pemasaran sektor pariwisata saat ini. Masyarakat umum kini sangat mengandalkan rekomendasi AI untuk menentukan pilihan liburan. Oleh karena itu, kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat krusial agar informasi mengenai potensi pariwisata Bali yang disampaikan oleh sistem AI tetap akurat dan memberikan nilai tambah bagi wisatawan.

Baca juga :  PLN Peduli Bantu Pembangunan Bale Pesandekan untuk Warga Desa Adat di Bangli

“Kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi agar AI dapat memberikan rekomendasi yang benar terkait destinasi maupun produk pariwisata yang kita miliki di Bali. Saya sangat optimistis bahwa masa depan industri pariwisata ke depan akan sangat bergantung pada pemanfaatan teknologi AI,” pungkasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button