Gelari Gianyar Wajar, Gerakan Bersama Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

GIANYAR, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mendeklarasikan Gerakan Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah (Gelari Gianyar Wajar) sebagai gerakan bersama untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Gerakan ini menjadi komitmen Pemkab Gianyar bersama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun fondasi pendidikan anak sejak usia dini. Kegiatan dirangkaikan dengan Pawai Kebangsaan PAUD dan Festival PAUD Inklusif dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Bunda PAUD Gianyar Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, seluruh pimpinan perangkat daerah, pimpinan dan anggota DPRD, Kepala BPMP Provinsi Bali I Made Alit Dwitama, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Gianyar yang sekaligus menandatangani komitmen Gelari Gianyar Wajar.
Bunda PAUD Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan momentum kemerdekaan harus dimaknai dengan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, cerdas, dan tangguh. Menurutnya, usia dini merupakan masa emas (golden age) pembentukan fondasi moral, sosial, emosional, dan kognitif anak.
“Deklarasi Gelari Gianyar Wajar ini menegaskan komitmen kita agar seluruh anak usia 5–6 tahun di Kabupaten Gianyar mengikuti layanan PAUD sekurang-kurangnya satu tahun sebelum masuk SD, demi mewujudkan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan tanpa tekanan,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Gelari Gianyar Wajar merupakan gerakan bersama yang diperkuat melalui kolaborasi Bunda PAUD, Pokja, OPD terkait, pemerintah desa/kelurahan, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Gerakan ini sekaligus memperkuat program Satu Desa Satu PAUD, Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, serta Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
Ia juga meminta camat, perbekel/lurah, dan Bunda PAUD Desa/Kelurahan memastikan pendataan anak usia 5–6 tahun sehingga tidak ada yang terlewat dari layanan PAUD.
Sementara itu, laporan Ketua Panitia yang dibacakan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar Gusti Ngurah Putu Adnyana menyampaikan kegiatan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur: Kita Wujudkan Generasi Emas Sejak Dini Melalui Pawai Kebangsaan dan Gerakan Deklarasi Gianyar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah”.
Kegiatan diikuti 800 peserta didik PAUD se-Kabupaten Gianyar, termasuk anak berkebutuhan khusus dari satuan PAUD inklusif dan lembaga layanan khusus. Festival PAUD Inklusif dikemas melalui perlombaan sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang setara, aman, dan ramah anak.
Puncak kegiatan ditandai pembacaan deklarasi yang memuat komitmen mendukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah sebagai fondasi Wajib Belajar 13 Tahun, memastikan akses PAUD berkualitas dan inklusif, memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, serta mendorong peran aktif keluarga sebagai pendidik pertama dan utama.
Kegiatan turut diisi pemberian tas sekolah berisi tumbler dan kotak makan serta makanan tambahan. Dukungan terhadap Gelari Gianyar Wajar juga ditunjukkan melalui penampilan gerak dan lagu Bunda PAUD Gianyar yang dibawakan oleh 100 guru PAUD dari seluruh kecamatan.
Melalui Gelari Gianyar Wajar, Pemkab Gianyar menegaskan langkah nyata membangun generasi Gianyar yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berbudaya. Gerakan ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045, dengan memastikan setiap anak Gianyar mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini. Hj-MD
Baca juga :  Rektor Universitas Udayana Hadiri Diskusi Bersama Kementerian Kesehatan RI dan GISAID

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button