Raih Penghargaan Indeks Integritas Pendidikan dari KPK, Gubernur Koster Sebut Nilai Kejujuran Harus Ditanamkan Sejak Dini di Ruang Kelas

JAKARTA, MataDewata.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kejujuran melalui sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang wajib dijalankan secara konsisten demi melahirkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Penegasan ini disampaikan menyusul diraihnya penghargaan dari KPK RI kepada Provinsi Bali sebagai wilayah teraktif dan tercepat dalam mendukung Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Bagi Gubernur Koster, upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas memiliki kaitan yang sangat erat dengan pembentukan karakter anak didik sejak dari bangku sekolah.
Nilai-nilai integritas tersebut diharapkan terus melekat kuat ketika peserta didik kelak memasuki dunia kerja, memberikan pelayanan publik, hingga mengemban tanggung jawab pemerintahan.
βPendidikan antikorupsi harus terus kita dukung dan perkuat. Nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini, sehingga menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari,β ungkap Koster.
Di sisi lain, Plh. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dian Novianthi, memaparkan bahwa hasil SPI Pendidikan 2026 yang menempatkan Bali pada kategori Adaptif dengan skor 74,08 akan menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah.
Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi strategis untuk memperkuat pencegahan korupsi guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Bagi Pemprov Bali, capaian ini sekaligus menjadi momentum memperkokoh kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan berbudaya antikorupsi. Hp-MD



