Bupati Badung Ikuti Prosesi Mulang Pekelem pada Puncak Pujawali Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu

Pemkab Badung Komit Dukung Kelestarian Pura Sad Kahyangan Jagat

BADUNG, MataDewata.com | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa mengikuti prosesi Mulang Pekelem serangkaian Puncak Pujawali Padudusan Agung (Catur Niri) Panca Lingga di Pura Luhur Uluwatu yang dilaksanakan di kawasan Pantai Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Sebelum prosesi sakral tersebut dimulai, Bupati bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Badung, serta Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa terlebih dahulu menghaturkan bhakti ring Utama Mandala Pura Luhur Uluwatu.

Baca juga :  Ketua DPRD Tabanan Nyoman Arnawa Soroti Ranperda Permukiman, Lahan Sawah Harus Aman

Prosesi Mulang Pekelem merupakan salah satu tahapan utama dalam pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung sebagai simbol suci penyelarasan hubungan manusia dengan alam semesta. Persembahan ke tengah samudra ini bertujuan untuk memohon keseimbangan, keselamatan, dan kerahayuan jagat.

Puncak karya agung di pura Sad Kahyangan Jagat ini dipuput oleh Yadnyamana Karya Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Griya Sari Denpasar, Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur, bersama Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati, Batuan, Gianyar.

Baca juga :  Calonarang Geseng Waringin Duta Badung Pukau Penonton PKB ke-48

“Kami hadir bersama masyarakat sebagai wujud bhakti. Melalui yadnya ini, kita memohon agar alam semesta tetap harmonis, masyarakat diberikan keselamatan, serta Kabupaten Badung senantiasa berada dalam suasana damai dan sejahtera,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Pihaknya menegaskan bahwa dukungan penuh pemerintah daerah dialokasikan konsisten sejak awal rangkaian karya hingga puncak pujawali.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan bahwa puncak pujawali dilaksanakan tepat pada Anggara Kliwon Medangsia dan berlangsung serentak di Pura Luhur Uluwatu beserta pura prasanaknya, yakni Pura Parerepan dan Pura Kulat.

Baca juga :  Ketua Komisi III Dorong Penerbitan Obligasi Daerah Sebagai Pembiayaan Pembangunan Daerah

Selama tujuh hari ke depan, Ida Bhatara akan nyejer di Pura Luhur Uluwatu sebelum dilaksanakan prosesi nyineb pada 14 Juli 2026. Guna mengantisipasi kepadatan puluhan ribu pemedek, pengempon pura menerapkan pengaturan khusus persembahyangan di area penyawang.

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pengempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko) menambahkan bahwa inti dari Padudusan Agung ini adalah ungkapan rasa syukur mendalam agar senantiasa tercipta kedamaian bagi umat Hindu se-Nusantara. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button