HIPMI Bali Deklarasikan Green Investment Forum 2026 “Kolaborasi Investasi untuk Bali yang Hijau dan Berkelanjutan”

DENPASAR, MataDewata.com | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bali mendeklarasikan Green Investment Forum 2026 sebagai penegasan komitmen dunia usaha untuk mendorong investasi yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan, budaya, air, ruang hidup, serta memperkuat masyarakat lokal Bali.

Deklarasi HIPMI Bali Green Investment Forum 2026 dilaksanakan di Rumah Kebangsaan dan Kebhinnekaan Pasraman Satyam Eva Jayate, Jumat (4/9/2026).

Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, menegaskan bahwa Bali membutuhkan investasi berkualitas yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah sekaligus menjaga lingkungan dan alam Bali.

Baca juga :  Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Gelar Bimtek bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Badung

“Bali terbuka untuk investasi, tetapi investasi tersebut harus memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat lokal, dan tidak menambah beban ekologis Bali,” tegasnya.

Menurutnya, ukuran keberhasilan investasi di Bali ke depan perlu diperluas. Tidak cukup hanya melihat nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga manfaat yang diterima masyarakat lokal, lapangan kerja yang tercipta, dampak terhadap lingkungan, serta penghormatan terhadap budaya dan kearifan lokal Bali.

Lebih dari itu, HIPMI Bali memandang bahwa investasi yang ideal adalah investasi yang mampu menciptakan economic value sekaligus social and environmental value.

Sementara itu, Ketua Bidang 3 BPD HIPMI Bali, I Ketut Sae Tanju, menekankan bahwa konsep green investment perlu diterjemahkan ke dalam standar dan praktik investasi yang terukur, bukan sekadar menjadi jargon.

Baca juga :  Gelar Budaya Melepas Matahari akan Meriahkan Malam Pergantian Tahun di Kota Denpasar

“Investasi hijau harus tunduk pada tata ruang dan daya dukung lingkungan. Air adalah aset strategis Bali, sehingga investasi harus menjaga sumber daya air, mendorong ekonomi sirkular, energi bersih, pengelolaan sampah, serta pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Sae Tanju.

Forum ini menghasilkan 10 poin Deklarasi HIPMI Bali Green Investment, yang antara lain menegaskan perlunya investasi memberikan nilai tambah, menolak investasi yang mengorbankan lingkungan, melindungi air dan tata ruang, memperkuat ekonomi lokal, menjadikan budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari model investasi, serta mendorong Bali Green Investment Catalogue sebagai peta proyek investasi hijau Bali.

Baca juga :  Terima HMI Bali, Putri Koster Jelaskan Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Karena itu, HIPMI Bali mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, desa adat, masyarakat, akademisi, dan komunitas lingkungan untuk memastikan pertumbuhan investasi tetap sejalan dengan keberlanjutan Bali. Pesan utama yang diusung HIPMI Bali yakni “Investasi Tumbuh, Bali Tetap Utuh.”

“Kita ingin mengubah paradigma dari ‘Investasi masuk, menjadi investasi yang layak masuk’. Ini yang akan membuat investasi hijau menjadi nyata dan bankable,” pungkasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button