BPBD Gianyar Catat 24 Kejadian Pohon Tumbang hingga Tanah Longsor dalam Sehari

GIANYAR, MataDewata.com | Peralihan cuaca menuju musim penghujan memicu serangkaian bencana alam di wilayah Kabupaten Gianyar. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar per Senin (2/11/2026), tercatat sedikitnya 24 kejadian bencana alam yang didominasi oleh tanah longsor, pohon tumbang, tembok ambrol, hingga banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, Drs. Ida Bagus Suamba, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (1/11/2026) sore hingga Senin siang menyebabkan rentetan musibah di berbagai titik.

Baca juga :  Bupati Kembang Hartawan Pimpin Apel Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Pentingnya Karakter Patriotik dan Berempati

Selain kerusakan infrastruktur, cuaca buruk ini juga menelan satu korban jiwa. Seorang pemuda bernama I Gede Yuda Pratama (19) asal Karangasem dilaporkan terseret arus saat melukat pada Minggu (1/11/2026) petang, dan jasadnya baru ditemukan pada Senin (2/11) siang.

Rentetan laporan bencana mulai masuk secara masif pada Senin (2/11/2026) dini hari. Pohon tumbang dilaporkan menutup akses jalan di sejumlah lokasi, antara lain di Banjar Melinggih (Payangan), Banjar Cebok (Tegallalang), dan kawasan Setra Desa Adat Lebih. Di Tampaksiring, pohon tumbang bahkan menimpa jaringan kabel PLN sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Baca juga :  Wawali Arya Wibawa Terima Penghargaan Special Recognition Award Bali Tourism Award

Selain pohon tumbang, tanah longsor dan jalan jebol juga mengepung Gianyar. Titik longsor memutus akses jalan di Banjar Lokaserana (Siangan), Perumahan Nuansa Tjampuan (Blahbatuh), dan kawasan Sebatu. Sejumlah bangunan suci dan fasilitas warga turut terdampak parah, di antaranya Pura Taman Kelod Desa Adat Kedisan dan pelinggih warga di Gagah Tegallalang yang dilaporkan roboh, serta rumah warga di Banjar Lebih Beten Kelod yang terendam banjir lumpur.

Baca juga :  Menuju KTT AIS Forum Pertama, Sekda Bali: Kita Pastikan Siap

Merespons eskalasi bencana tersebut, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas PUPR, TNI, Polri, serta aparat terkait langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi darurat dan pembersihan material. β€œSebagian besar bencana alam sudah ditangani, namun juga ada yang belum,” ungkap Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba. Gyr-Ga-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button