Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama Adat Bajera dalam Karya di Pura Dalem

Sekda dan DPRD Puji Kekompakan 832 KK Krama Setempat

TABANAN, MataDewata.com | Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Karya Tawur Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung lan Menawa Ratna ring Pura Dalem Desa Adat Bajera, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Minggu (11/10/2026).

Kehadiran Bupati Sanjaya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan yadnya sekaligus apresiasi atas semangat kebersamaan krama adat dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai spiritual di Kabupaten Tabanan.

Baca juga :  Gubernur Koster dan Kapolda Bali Perkuat Sinergi Percepatan Distribusi BBM

Upacara yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nada saking Griya tersebut turut dihadiri Jro Mangku Lanang Istri, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Selemadeg, Jro Bendesa Adat Bajera, serta krama adat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya karya yang dibangun melalui semangat gotong royong dan kebersamaan dari 832 KK krama adat setempat. Menurutnya, partisipasi seluruh krama yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan adat dan keagamaan.

Baca juga :  HUT KORPRI Bupati Satria Ajak ASN Wujudkan Indonesia Maju

Bupati Sanjaya menegaskan, “Karya yang dilandasi ketulusan, keikhlasan, dan gotong royong ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan karya yang utamaning utama.” Ia juga menilai pelaksanaan karya tersebut sebagai karya satwika dengan tingkatan utamaning utama, yang mencerminkan ketulusan dalam menjalankan kewajiban keagamaan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya berharap semangat gotong royong dan kebersamaan krama adat senantiasa terjaga serta menjadi landasan dalam mendukung pembangunan daerah. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), dengan tetap berlandaskan pelestarian adat, tradisi, budaya, dan kehidupan keagamaan. Ht-MD

Baca juga :  BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Layanan Jantung Berbasis Outcome

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button