Wakil DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Dorong Kader KMHDI Jadi Motor Penggerak Pembangunan

MATARAM, MataDewata.com | Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lalu Hadrian Irfani, S.T., mendorong Kader KMHDI menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia emas 2045. Karena itu, Kader KMHDI diharapkan menjadi penggerak, tentu dengan berbagai kegiatan salah satunya Training of Trainer (ToT) KMHDI yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mendorong generasi muda agar mampu mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat.
Hadrian mengatakan kader KMHDI perlu memiliki kemampuan organisasi, nilai dan integritas agar mampu menghadapi perkembangan teknologi serta berbagai persoalan di masyarakat. Pengalaman berorganisasi membentuk kemampuan anak muda untuk memahami persoalan dan mencari solusi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara ToT Jabanusra – Istimewa di Mataram – Nusantara Tenggara Barat, bertempat di Aula PLUT NTB, Minggu (27/9/2026).
“Di organisasi kita semua belajar, kita semua dididik bagaimana menjadi seorang yang memberikan solusi, bagaimana menjadi problem solver bagi seluruh kebutuhan, bagi seluruh persoalan yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujar Hadrian.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai dan integritas di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Karena itu, kader KMHDI diharapkan tidak hanya aktif di lingkungan organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.
“Hari ini di era keterbukaan informasi di disrupsi teknologi yang begitu cepat, maka dibutuhkan nilai-nilai dan integritas yang kuat di dalam beradaptasi dengan keterbukaan dan perkembangan dari teknologi tersebut. Adik-adik semua, sahabat-sahabat semua harus menjadi motor penggerak pembangunan, adik-adik semua, sahabat-sahabat semua harus menjadi motor penggerak sosial ekonomi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Hadrian juga mendorong KMHDI untuk tetap kritis sekaligus membangun hubungan dengan pemerintah. Karenanya, aktivis memiliki peran dalam menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Oleh sebab itu, saya berharap KMHDI pertama tetap kritis, yang kedua tentu bersama-sama dengan pemerintah, tidak hanya pemerintah pusat, tetapi pemerintah daerah menjadi motor penggerak pembangunan,” terangnya.
Ia menilai suara aktivis merupakan salah satu bentuk partisipasi dalam pembangunan. Persoalan yang muncul di masyarakat, menurutnya, dapat ikut diperjuangkan melalui penyampaian aspirasi dan gagasan. “Menyuarakan juga bagian dari partisipasi, menyuarakan juga merupakan bagian atau cara untuk menyumbangkan pikiran, menyumbangkan pikiran,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP KMHDI, I Nengah Candra Irawan, menegaskan kader KMHDI yang telah mengikuti ToT dan dinyatakan lulus agar dapat mengawal kaderisasi di masing-masing Pimpinan Cabang.
“Kawan-kawan yang sudah ikut ToT dan dinyatakan lulus diharapkan mampu mengawal kaderisasi di masing-masing cabang. Karena kawan-kawan semua dikirim dengan tujuan untuk menjadi Trainer-trainer yang nantinya kembali dan memberikan contoh di Daerah,” tegasnya.
Menurutnya, hanya melalui kaderisasi yang matang, sistematis dan terarah yang bisa melahirkan kader-kader KMHDI berkualitas dan itulah bagian dari tanggung jawab para trainer yang saat ini dinyatakan lulus. On-MD



