UMKM Bukan Sekadar Dibina, Harus Diberi Ruang untuk Berjualan

BADUNG, MataDewata.com | Pembinaan UMKM tidak cukup berhenti pada pelatihan, kemasan, maupun promosi, setelah produk diperkuat, pelaku usaha tetap membutuhkan ruang untuk bertemu konsumen. Hal inilah yang ingin didorong ITDC melalui kawasan pariwisata Nusa Dua salah satunya pelaksanaan Nusa Dua Eco Market bersama BRI yang dilaksanakan pada tanggal 8-9 Agustus 2026.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menilai persoalan UMKM hanya terletak pada proses produksi atau membuat produk menjadi lebih baik, tapi juga memastikan produk itu memiliki pasar.
“Karena kan terus terang saja bahwa UMKM ini bukan hanya masalah kemasan, bukan hanya masalah promosi. Tapi setelah itu, ya kita melakukan apa untuk mereka? Itu kan yang paling penting, ujarnya saat memberikan keterangan terkait pelaksanaan kegiatan Nusa Dua Eco Market, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Troy Reza, Nusa Dua memiliki arus wisatawan mancanegara maupun domestik yang dapat menjadi pasar potensial bagi UMKM sehingga peluang besar pemasaran produk masyarakat.
“Makanya saya selalu bilang ke teman-teman di SBU, harus ditonjolkan apa-apa yang sudah dilakukan oleh para UMKM, baik yang dibina oleh ITDC maupun yang ini karena kalau nggak caranya mereka untuk berjualan saya nggak bilang tipis, tapi kan gimana caranya kita punya kawasan, kita punya fasilitas ya kita lakukan untuk ini, untuk mereka semua kadang kalau ekonominya bagus ya inilah bentuk kehadiran kita di Nusa Dua, ujarnya.
Melalui Nusa Dua Eco Market, ia memastikan ITDC memberikan ruang bagi sekitar 50 pelaku ekonomi untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat dan wisatawan.
“Untuk semuanya itu kurang lebih 50 kontestan, 50 pelaku ekonomi dan semua kita juga mengedukasi bagaimana mereka juga semakin paham tentang produk-produk” terangnya.
Lebih lanjut, ia menilai produk yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari produk yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan kesehatan hingga kerajinan sehingga berpeluang untuk menarik perhatian wisatawan yang hadir.
“Tentunya dengan harga yang relatif menurut saya tidak mahal, itu produk-produknya sangat beragam dan yang saya bisa pastikan ini produk-produk yang di sini tuh sangat terkoneksi dengan kehidupan sehari-hari dan di dalamnya banyak yang dijual termasuk untuk kesehatan terus juga kemungkinan produk-produk kerajinan, yang saya rasa juga cukup mendapatkan porsi yang cukup bagus di kalangan wisatawan jadi kita berharap event 2 hari ini bisa dihadiri oleh seluruh masyarakat oleh seluruh wisatawan” kata Troy Reza.
Terkait target penjualan atau transaksi selama pelaksanaan kegiatan tersebut, ia mengatakan tidak ada target yang dicapai, melainkan lebih fokus pada pengenalan produk masyarakat kepada wisatawan di kawasan Nusa Dua.
“Ada target kita tidak memberikan target tertentu karena yang paling penting sebenarnya bagaimana kita memperkenalkan mereka kepada wisatawan untuk hadir dan ada atensi dari wisatawan kepada kebangkitan ekonomi yang ada di wilayah Nusa Dua” jelasnya.
Menurutnya, ketertarikan wisatawan terhadap produk UMKM menjadi langkah awal untuk membuka pasar yang lebih luas agar produk masyarakat menilai nilai jual. “Karena gini, kalau bicara target tentunya ya pasti semua maunya besar. Tapi kita berharap yang paling penting gimana caranya mereka tertarik untuk membeli,” lanjutnya.
Di sisi lain, ITDC juga mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan sistem pembayaran secara Digital khususnya penggunaan QRIS. Melalui kolaborasi bersama BRI sebagai upaya untuk mengenalkan pola transaksi yang lebih modern masyarakat yang memiliki usaha.
“Karena sekarang tentunya kita sudah mulai menghindari cash dan segala macam dan mengapa kita menggunakan pola-pola pembayaran yang lebih, jadi sekarang kan BRI sebagai bank yang sudah sangat senior dan memang berbasis kepada rakyat, tapi apakah itu cukup, kita sebagai pelaku pariwisata kita terus menggolongkan ini bahwa sekarang eranya sudah lebih modern” pungkasnya. On-MD



