Bupati Badung Pastikan Pembangunan Jalan Strategis Terus Berjalan, Lingkar Barat Ditarget Rampung 2027

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Badung terus mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur jalan strategis sebagai upaya mengatasi kemacetan di wilayah Badung. Sejumlah proyek saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2027.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan pemerintah daerah telah menindaklanjuti berbagai masukan DPRD melalui percepatan pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang berjalan.
“Kami eksekutif akan segera melakukan langkah-langkah itu. Terbukti juga bahwa ini sedang on progress sekarang beberapa infrastruktur yang kami sedang bangun, Jalan Lingkar Barat, Jalan Akses Uluwatu ke Melasti, termasuk juga dari Canggu Berawa menuju Teuku Umar Barat dan beberapa jalan-jalan lain yang memang kami pandang strategis yang kami lakukan, ujar Adi Arnawa kepada awak media saat ditemui di sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Senin (13/7/2026).
Pembangunan infrastruktur tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena harus melalui berbagai tahapan, mulai dari pembebasan lahan hingga skema pembiayaan.
“Sekarang sedang on progress, kita menunggu dengan sabar, karena terus terang kalau bicara masalah infrastruktur tentu tidak akan bisa dirasakan dengan cepat seperti membalikkan telapak tangan. Ini perlu proses, baik dari pembebasan lahan, seperti yang Bapak-Ibu dengar tadi dalam pandangan umum, bagaimana salah satu skema pembiayaan kami adalah dari skema pinjaman, ujarnya.
Pembangunan tiga ruas jalan strategis akan diselesaikan secara bertahap. Ruas Canggu dan Jalan Akses Uluwatu-Melasti ditargetkan rampung pada 2026, sedangkan Jalan Lingkar Barat diproyeksikan selesai pada 2027.
“Sampai 2026 kita akan terus lanjutkan dan terus nanti berlanjut sampai 2027. Tetapi terhadap tiga ruas jalan ini yang jelas 2026 untuk Canggu dan Uluwatu ke Melasti itu targetnya 2026 akhirnya sudah selesai. Tapi untuk Lingkar Barat itu mungkin akan sampai ke 2027, tuturnya.
Ia mengatakan, mundurnya target penyelesaian Jalan Lingkar Barat dipengaruhi adanya penambahan trase menuju kawasan Universitas Udayana guna mengurangi potensi penumpukan kendaraan di Simpang Kali.
“Karena kebetulan ada penambahan trase lagi. Dari yang tadinya akses dari Jimbaran menuju Uluwatu, kami nambah lagi menuju Udayana untuk tidak menimbulkan sentralisasi penumpukan terjadi di Simpang Kali nantinya. Itulah makanya kami buatkan trase baru menuju Unud dan inilah salah satu dampak juga sehingga progresnya pelaksanaan daripada Lingkar Barat ini diundur menjadi tahun 2027, terangnya.
Politisi PDI Perjuangan ini, mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya dalam proses pembebasan lahan. Hal ini berkaitan dengan perluasan ruas jalan di beberapa titik sehingga perlu persetujuan dari masyarakat.
Astungkara ternyata masyarakat Badung, saya juga selalu menyampaikan terima kasih, karena ternyata dari program ini saya sudah melihat langsung beberapa rumah-rumah masyarakat yang sudah diberikan ganti untung ternyata tidak keberatan, sudah dibongkar. Ini salah satu bukti bahwa masyarakat Badung sangat komitmen untuk bagaimana mendukung pariwisata terutama dari aspek infrastruktur jalan ini, tutupnya. On-MD



