DPRD Tabanan Buka Ruang Perempuan Terjun ke Dunia Politik, KPU Siapkan Edukasi Kreatif Lewat Podcast

TABANAN, MataDewata.com | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan membuka ruang kolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan untuk memperkuat edukasi politik bagi perempuan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai peran dan tanggung jawab perempuan ketika terjun dalam dunia politik.
Dikatakan Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, S.Sos., saat menerima audiensi jajaran KPU Tabanan, Kamis (9/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, KPU memaparkan rencana edukasi yang dikemas melalui media kreatif, salah satunya melalui podcast dengan menghadirkan anggota legislatif perempuan sebagai narasumber.
Arnawa menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pengalaman para perempuan yang telah menjalankan tugas sebagai anggota DPRD dapat menjadi sumber pembelajaran bagi perempuan lain yang ingin mengambil bagian dalam kehidupan politik.
Bagi DPRD Tabanan, edukasi politik tidak semata-mata diarahkan untuk mendorong seseorang maju sebagai calon legislatif. Pemahaman mengenai tugas, fungsi, proses pengabdian, serta tanggung jawab sebagai wakil rakyat juga perlu diketahui sejak awal. Ia juga menyampaikan penggunaan media kreatif dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan dunia politik secara lebih dekat kepada masyarakat.
Melalui pengalaman yang dibagikan legislator perempuan, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai dinamika serta tantangan yang dihadapi ketika menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Program edukasi tersebut juga diharapkan dapat membuka wawasan perempuan di Tabanan mengenai berbagai ruang pengabdian melalui jalur politik.
Dengan informasi yang memadai, perempuan yang memiliki minat untuk berpolitik dapat mempersiapkan diri secara lebih baik. KPU Tabanan sendiri berencana mengemas materi edukasi dengan format yang lebih dekat dengan masyarakat, di mana podcast disiapkan khusus untuk menghadirkan anggota legislatif perempuan agar dapat berbagi pengalaman perjalanan mereka di dunia politik.
Arnawa menilai kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan DPRD tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan politik kepada masyarakat. Ia juga berharap semakin banyak perempuan yang memahami bahwa keterlibatan dalam politik tidak hanya berkaitan dengan pencalonan, tetapi juga menyangkut kesiapan untuk mengemban tanggung jawab dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, upaya meningkatkan partisipasi perempuan juga berkaitan dengan ketentuan keterwakilan perempuan dalam pencalonan anggota legislatif. Karena itu, edukasi yang dilakukan sejak dini dinilai dapat membantu calon-calon politisi perempuan memahami proses politik sekaligus mempersiapkan kapasitas diri secara matang.
Melalui sinergi tersebut, DPRD Tabanan dan KPU diharapkan dapat memberikan ruang edukasi politik yang lebih terbuka, informatif, dan mudah diakses masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari penguatan partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi di Kabupaten Tabanan. Dt-MD



