Pemkab Karangasem Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penanggulangan Kemiskinan

Bupati Parwata Luncurkan Inovasi PEPADU Karangasem

KARANGASEM, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2026 dengan mengusung tema β€œMengorkestrasi Potensi Ekonomi melalui Integrasi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan”. Kegiatan strategis ini bertempat di Wantilan Saba Prakerti Kantor Bupati Karangasem, Rabu (7/10/2026).

Rakor ini turut dihadiri oleh Bupati Karangasem, Wakil Bupati Karangasem, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, perwakilan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Bali, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Karangasem, para camat, perbekel/lurah, Badan Pusat Statistik (BPS), para pelaku usaha, perwakilan perguruan tinggi, perbankan, hingga pelaku UMKM.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, SE., dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan rakor tersebut, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan kerja bersama dari seluruh elemen. Menurutnya, berbagai potensi unggulan Karangasem, seperti pariwisata, pertanian, perikanan, UMKM, hingga ekonomi kreatif, harus mampu memberikan multiplier effect dan manfaat nyata bagi masyarakat miskin serta rentan.

Baca juga :  Pemkab Jembrana Salurkan Beras 15 Kg untuk Lansia Kurang Mampu

Bupati Parwata menekankan tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan daerah, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan melalui kesempatan kerja dan penguatan UMKM serta ekonomi kreatif, serta menurunkan kantong-kantong kemiskinan melalui intervensi berbasis wilayah.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karangasem secara resmi meluncurkan program PEPADU Karangasem. PEPADU merupakan model perencanaan dan penganggaran terpadu kolaboratif yang mengintegrasikan data, program, dan anggaran guna menghasilkan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Baca juga :  Bupati Sanjaya Ikuti Gerdal Hama Tupai Dukung Produksi Petani di Selemadeg Barat

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, S.H., M.H., memaparkan bahwa berdasarkan data DTSEN 2026, tingkat kemiskinan di Kabupaten Karangasem berada pada angka 6,40 persen dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 27,32 ribu jiwa, dengan target penurunan hingga mencapai 6 persen pada tahun 2026 ini. Oleh karena itu, seluruh intervensi harus dilakukan secara terpadu dengan menjadikan data sebagai acuan utama perencanaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta, ST., MT., turut menekankan pentingnya akurasi data, keselarasan program, aksi nyata lintas sektor, serta hasil yang terukur. Setiap perangkat daerah diinstruksikan untuk menyelaraskan program kerjanya sesuai tugas pokok dan fungsi dengan berpedoman pada data DTSEN.

Baca juga :  Pandangan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan oleh Guru Besar

Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya materi mengenai Kemiskinan Makro Karangasem oleh Kepala BPS Kabupaten Karangasem, materi terkait Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, materi mengenai Program Pengembangan UMKM oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, serta materi tentang Peran Bank BPD dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah dan Program Sosial oleh Kepala BPD Karangasem.

Melalui penyelenggaraan Rakor dan peluncuran PEPADU ini, Pemkab Karangasem semakin memperkuat komitmen kuat untuk menyatukan data, langkah, serta sumber daya dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Hk-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button