Jaga Nyala Bali, Kolaborasi PDKB dan Squadrone PLN Perkuat Keandalan Sistem Kelistrikan

GIANYAR, MataDewata.com | Di balik listrik yang tetap menyala, terdapat pekerjaan yang dilakukan PLN untuk memastikan jaringan dalam kondisi andal. Salah satunya melalui Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), yaitu pemeliharaan jaringan listrik yang dilakukan saat jaringan tetap dialiri listrik sehingga pelanggan tidak perlu mengalami pemadaman.
Upaya menjaga keandalan tersebut dilakukan melalui Bakti PDKB TM Kolaborasi Squadrone UID Bali 2026 di wilayah kerja PLN UP3 Bali Timur, Gianyar, Selasa (8/9/2026). Kegiatan rutin tahunan ini menjadi bagian dari upaya PLN memperkuat kompetensi dan kolaborasi tim sekaligus memastikan potensi gangguan pada jaringan dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin, serta melibatkan 10 tim PDKB dengan 71 personel dan 13 tim Squadrone dengan 28 personel.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan bahwa keberadaan PDKB memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik, terlebih Bali merupakan daerah yang aktivitas masyarakat dan perekonomiannya sangat bergantung pada keandalan listrik.
“Bali harus tetap menyala. Karena itu, kontribusi PDKB tidak hanya dilihat dari berapa energi atau nilai rupiah yang berhasil diselamatkan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana teman-teman PDKB memastikan potensi gangguan dapat dicegah sehingga pelanggan tetap mendapatkan pelayanan listrik yang andal,” ujar Ajrun.
Menurutnya, kolaborasi PDKB dan Squadrone yang dilakukan tahun ini juga menjadi bentuk pengelolaan keandalan jaringan secara terpadu. Jika PDKB dapat melakukan pemeliharaan tanpa menghentikan pasokan listrik, teknologi drone membantu PLN melihat kondisi jaringan secara lebih luas dan menemukan potensi masalah pada bagian jaringan yang sulit dijangkau secara langsung.
“Ini bukan sekadar menggabungkan dua tim. Dengan drone, kita dapat melakukan pengecekan secara preemtif dan preventif, termasuk pada kondisi geografis yang sulit dijangkau. Dengan begitu, potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan dimitigasi sebelum berkembang menjadi gangguan,” jelasnya.
Ajrun menambahkan, keandalan jaringan harus selalu berjalan beriringan dengan keselamatan karena pekerjaan PDKB memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga kesiapan personel, kompetensi dan sertifikasi, kondisi kesehatan, kelayakan peralatan, kepatuhan terhadap prosedur, serta kondisi cuaca dan lingkungan harus dipastikan sebelum pekerjaan dilakukan.
“Performance adalah dampak dari apa yang kita lakukan, tetapi safety tetap nomor satu. Jangan sampai target keandalan dicapai dengan mengorbankan keselamatan,” tegas Ajrun.
Sementara itu, Ketua Panitia Bakti PDKB TM Kolaborasi Squadrone UID Bali 2026 yang juga merupakan Team Leader PDKB UP3 Bali Timur, Made Harry Sukmawan, menjelaskan bahwa Bakti PDKB merupakan kegiatan tahunan Tim PDKB UID Bali yang lokasi pelaksanaannya dilakukan secara bergantian di masing-masing UP3.
“Dalam kegiatan ini, tim PDKB menindaklanjuti kondisi komponen jaringan yang sudah tua, mengalami kerusakan, maupun menunjukkan indikasi masalah berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. Pekerjaan dilakukan di 22 lokasi, sehingga kondisi jaringan yang berpotensi menimbulkan gangguan dapat ditangani sebelum berdampak kepada pelanggan,” jelas Made Harry.
Adapun pekerjaan tersebut meliputi penggantian 50 isolator tumpu, 9 arrester, dan 3 jumper yang terindikasi mengalami masalah, di mana penggantian dilakukan saat jaringan tetap beroperasi sehingga pemeliharaan berlangsung tanpa harus menghentikan pasokan listrik pelanggan.
Dari pekerjaan tersebut, PLN memproyeksikan dapat mencegah potensi listrik yang tidak tersalurkan sebesar 71.402 kWh, atau setara dengan menjaga pasokan listrik tetap tersedia selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung dengan nilai potensi energi terselamatkan setara dengan Rp93,39 juta penjualan listrik. Ln-MD



