Petani Enau Desa Silangjana Olah Nira Jadi Tuak Manis, Gula Aren dan Gula Semut

Berharap Dukungan Digitalisasi dan Hak Paten untuk Perluas Pasar

BULELENG, MataDewata.com | Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menyimpan potensi ekonomi kerakyatan yang kuat melalui sektor perkebunan pohon enau atau jaka. Berada di dataran tinggi dengan ketinggian 400 hingga 500 meter di atas permukaan laut.

Sekitar seperempat warga di Banjar Dinas Dajan Margi aktif menggeluti profesi sebagai pengrajin gula aren. Perbekel Desa Silangjana, Komang Suparma, saat ditemui di kantornya, Jumat (2/10/2026), menjelaskan bahwa potensi nira enau di desanya diolah menjadi tiga produk unggulan, yakni tuak manis, gula aren cetak, dan gula semut yang kerap dipesan oleh pihak hotel.

Baca juga :  Sepakat Jaga Esensi Kesucian Nyepi dan Idul Fitri, Gubernur Koster Kumpul Bersama Forkopimda, Majelis Agama, FKUB dan Ormas

Meski produk UMKM lokal tersebut sangat diminati dan laris manis di pasaran, Perbekel Suparma tidak memungkiri bahwa para perajin masih menghadapi kendala dalam hal pemasaran digital serta pengembangan kemasan.

Untuk itu, Pemerintah Desa Silangjana berharap adanya sinergi dan dukungan berkelanjutan dari Pemkab Buleleng, khususnya dalam memfasilitasi digitalisasi pemasaran, penguatan merek atau branding, serta legalitas hak paten produk. Upaya pelestarian tanaman enau juga terus digalakkan melalui kerja sama dengan instansi terkait lewat pembagian bibit, guna mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian warga secara berkelanjutan. Bl-MD

Baca juga :  Sekda Bali Serahkan 51 Kursi Roda ke Yayasan Bunga Bali

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button