Candra Ingatkan Kader KMHDI Tetap Progresif di Tengah Dinamika Politik

MATARAM, MataDewata.com | Sekertaris Jenderal Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) periode 2025-2027, I Nengah Candra Irawan, mengingatkan kader KMHDI agar tetap progresif di tengah dinamika politik yang semakin dinamis. Perkembangan politik tersebut harus diimbangi dengan moral dan nalar kader yang bersumber pada Pancasila dan ajaran suci Veda.
Karena itu, pelaksanaan kaderisasi tingkat lanjut melalui Training of Trainer (ToT) Regional Jabanusra yang mencakup wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Kegiatan yang berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini digelar pada 24-27 September 2026 bertujuan untuk memperkuat moral dan nalar kritis kader KMHDI.
Materi dan pelatihan berlangsung dari 25-27, selain menerima berbagai materi kaderisasi, peserta juga dibekali keterampilan untuk menjadi trainer yang profesional sehingga mampu melanjutkan proses kaderisasi di masing-masing daerah.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa tetap peka terhadap perkembangan politik umat dan bangsa, namun tetap memegang ideologi serta sikap progresif organisasi.
“Kita adalah organisasi progresif yang wajib mengikuti dinamisnya perkembangan politik yang mempengaruhi kehidupan keumatan dan kebangsaan, namun secara bersamaan kita adalah organisasi yang menganut nilai suci Weda dan Pancasila. Ada moral yang harus kita jaga dengan tegas, sehingga jangan sampai mengikuti perkembangan politik membuat kita larut dalam arus politik praktis yang hanya berorientasi personal,” ujar Candra saat menutup Training of Trainer Jabanusra, NTB, Minggu (27/9/2026).
Candra juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak menjadi kelompok reaksioner yang hanya merespons isu secara sesaat. Ia mendorong kader untuk mengambil langkah yang lebih progresif melalui penguatan ideologi dan pembesaran struktur organisasi.
“Polarisasi informasi tidak utuh yang menguasai algoritma sosial media membuat kita kesulitan untuk memahami kebenaran dari situasi sebenarnya yang terjadi, ini adalah kerja-kerja buzzer (pendengung) untuk menggembosi gerakan progresif rakyat. Kita harus siaga dengan menjaga ritme aktivitas kaderisasi kita tetap berjalan dengan ideologisasi sebagai muatan utamanya,” ujarnya.
Di sisi lain, Candra menegaskan ToT tidak berhenti pada proses pelatihan. Kader yang dinyatakan lulus diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat kaderisasi di masing-masing cabang.
“Kawan-kawan yang sudah ikut ToT dan dinyatakan lulus diharapkan mampu mengawal kaderisasi di masing-masing cabang. Karena kawan-kawan semua dikirim dengan tujuan untuk menjadi Trainer-trainer yang nantinya kembali dan memberikan contoh di Daerah,” tegasnya. Melalui ToT Regional Jabanusra, kader KMHDI diharapkan mampu melanjutkan proses kaderisasi di daerah sekaligus menjaga keberlanjutan ideologi dan gerakan organisasi. On-MD



