RS Prof. Ngoerah Abadikan Nama dr. A.A. Made Djelantik, Perkuat Bali Medical Tourism

DENPASAR, MataDewata.com | Rumah Sakit (RS) Prof. Ngoerah mengabadikan nama dr. Anak Agung Made Djelantik melalui penamaan salah satu Aula di gedung baru rumah sakit sebagai bentuk penghormatan atas jasa pendiri sekaligus Direktur Utama pertama RS Sanglah. Momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan Bali Medical Tourism sebagai destinasi layanan kesehatan bertaraf internasional.
Anggota Komite I Bidang Hukum dan Badan Akuntabilitas Publik DPD RI Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E. (MTRU), M.Si., mengatakan penamaan Aula dr. Anak Agung Made Djelantik menjadi momen bersejarah setelah lebih dari dua dekade sejak era reformasi.
“Pada hari ini kita sangat berterima kasih atas kepemimpinan Direktur Utama RS Prof. Ngoerah. Setelah menanti lebih dari 20 tahun sejak era reformasi, akhirnya nama dr. Anak Agung Made Djelantik diabadikan melalui penamaan aula di gedung baru ini,” ujar Anggota DPD RI yang akrab disapa AWK, Denpasar, Kamis (30/7/2026).
Peresmian Aula dr. A.A Made Djelantik sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh kesehatan Bali dan menjadi langkah awal revitalisasi Bali Medical Tourism. RS Prof. Ngoerah, yang diproyeksikan menjadi salah satu simbol pelayanan kesehatan internasional di Indonesia.
“Ini menjadi awal program revitalisasi Bali Medical Tourism. RS Prof. Ngoerah akan didorong menjadi simbol Indonesia dalam pelayanan kesehatan internasional,” ujarnya.
AWK menegaskan pemerintah akan melanjutkan pembangunan empat gedung baru di kawasan RS Prof. Ngoerah. Sebagai anggota DPD RI dan memastikan akan mengawal agar dukungan anggaran dari pemerintah pusat tetap sehingga memiliki fasilitas berstandar dunia.
“Ada empat unit gedung lagi yang akan dibangun. Kami akan mengawal agar anggaran ini tetap ada sehingga RS Prof. Ngoerah memiliki fasilitas bertaraf dunia dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di bidang pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Perwakilan keluarga dr. A.A. Made Djelantik, Anak Agung Ayu Suryawati Djelantik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan sebagai dokter pertama sekaligus direktur pertama RS Sanglah.
“Kami sangat bergembira dan berterima kasih. Beliau adalah dokter pertama di rumah sakit ini sekaligus direktur pertama. Saat itu di seluruh Bali hanya ada delapan dokter. Kami sangat senang akhirnya nama beliau juga diabadikan di rumah sakit ini,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Prof. Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes. menilai dr. A.A. Made Djelantik merupakan sosok yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan rumah sakit. Karena itu, pengabdian namanya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya terhadap pelayanan kesehatan di Bali.
“Ketokohan beliau sudah luar biasa, terutama bagi RS Prof. Ngoerah. Saat ini kami baru menyematkan nama beliau pada Aula,β ujarnya. Sukadarma menegaskan nama dr. A.A Made Djelantik rencananya akan disematkan juga di gedung RS yang akan di bangun. “Ke depan kami akan membangun beberapa gedung baru. Jika memungkinkan, penamaan gedung juga akan menggunakan nama beliau sehingga jasa beliau akan terus dikenang,β tutupnya.
Pengabadian nama dr. A.A Made Djelantik di RS Prof. Ngoerah diharapkan menjadi pengingat atas dedikasi para pelopor pelayanan kesehatan di Bali, sekaligus memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat layanan kesehatan bertaraf internasional yang mendukung pengembangan Bali Medical Tourism. On-MD



