Kesehatan

Ketua DPRD Kabupaten Badung Kuatkan Pelayanan dan dan Fasilitas di RSD Mangusada

BADUNG, MataDewata.com | Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Putu Parwata Apresiasi Direktur RSD Mangusada yang telah menyusun dan menyampaikan proposal pengajuan untuk perbaikan dan peningkatan fasilitas rumah sakit. Proposal yang diajukan mendapatkan apresiasi yang dinilai dapat mengembangkan RS Mangusada menjadi Rumah Sakit Unggulan.

“Saya memberikan apresiasi kepada RSD Mangusada, dia (pihak RS, red) sudah bisa menyampaikan sebuah proposal kepada kami di DPRD, dimana proposal itu adalah tujuannya untuk menjadi Rumah Sakit Mangusada sebagai Rumah Sakit Unggulan,” tegas Putu Parwata saat memfasilitasi audiensi pengembangan layanan kesehatan RSD Mangusada tahun 2024-2026 yang berlangsung di Badung, Senin (12/2/2024).

MD-Ik-BPD Bali//1/2023/fm

Lanjut menegaskan bahwa ada beberapa item yang telah disampaikan kepada DPRD yang memang sangat dibutuhkan berkaitan dengan pelayanan untuk menjadi prioritas pelaksanaan dengan KSO. Tentu tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, jika menunggu anggaran dari APBD membutuhkan waktu yang cukup karena harus melalui tahapan dan pembahasan sebelum penetapan.

“Oleh karena beberapa item yang disampaikan kepada kami dan termasuk juga kebutuhan pelayanan alat untuk pelayanan. Jadi ini yang disampaikan kepada kami, bahwa yang menjadi prioritas pertama itu masalah radioterapi. Radioterapi ini sangat membutuhkan alat yang cepat karena bunkernya sudah ada sejak tahun yang lalu, jadi ini kami sarankan untuk segera mengeksekusi dengan KSO,” tegasnya.

Ik-MD-OJK//2/2023/fm

Diterangkan, keuntungan dengan KSO maka pelayanan bisa lebih cepat tanpa menunggu pembahasan APBD yang membutuhkan mekanisme pembahasan di anggaran induk tahun 2025 atau di anggaran perubahan tahun 2024. Berdasarkan hal itu pihaknya menyarankan memprioritaskan dari sisi pelayanan.

Baca juga :  Putu Parwata Dukung dan Fasilitasi HUT ke-22 Kaum Bapak PBKW GKPB se-Bali

“Karena itu kami sarankan demi pelayanan KSO-kan saja. Ini kita berpikir positif demi pelayanan, karena itu kami sampaikan hal-hal yang lain, sarana prasarana yang lain yang memang tidak mengganggu pelayanan itu akan diusulkan dalam APBD,” tegasnya.

Ditegaskannya pemerintah Kabupaten Badung selalu mendorong kinerja dan pelayanan RS Mangusada untuk menjadi rumah sakit terbaik di Bali selain menjadi Rumah Pendidikan. Hal itulah yang mendorong diperlukannya peningkatan kinerja dan pelayanan yang didukung peralatan yang lebih bagus dan manju.

Ik-MD-ITB STIKOM Bali//11/2024/fm

“Jadi sekali kita mendorong Rumah Sakit Mangusada menjadi Rumah Sakit Unggulan di Bali. Karena sudah menjadi rumah sakit pendidikan dan sudah blud jadi pengembangan di daerah-daerah lain, kecamatan lain sudah ada, Petang dan Abiansemal sudah ada jadi kita fokus pelayanan yang terbaik di Mangusada ini,” tuturnya.

Putu Parwata juga menegaskan, terkait fasilitas prioritas yang diperlukan untuk sementara waktu agar alat-alat tersebut dapat dilakukan secara KSO. Sementara untuk fasilitas lainnya memang diperlukan penanganan dari APBD langsung.

“Jadi kendalanya tentu tadi, sarana prasarana yang dibutuhkan jadi ada alat yang dibutuhkan dalam jangka pendek supaya pelayanan kepada masyarakat khususnya masalah penanganan kanker bisa selesai segera dieksekusi dengan KSO alatnya. Jadi radioterapi ini kita dorong karena menyangkut pelayanan. Kita dorong ke KSO, yang bisa ditangani oleh APBD kita tangani dengan APBD karena membutuhkan waktu untuk pembahasan,” tegas Putu Parwata.

Baca juga :  Sinergi Universitas Warmadewa, Kelurahan Dangin Puri Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar untuk Anggota Linmas

Terkait fasilitas yang perlu direhab dan pengembangan di luar dari prioritas akan dibahas dalam APBD. Namun, proposal-proposal yang menjadi rujukan dan acuan terkait fasilitas dan kendala lainnya perlu diselesaikan menggunakan APBD dan pihaknya menunggu proposal dari Direksi RSD Mangusada.

“Jadi beberapa alat yang memang sudah perlu direhab kemudian pengembangan pelayanan yang lainnya dan sarana fasilitas kenyamanan daripada pelayanan itu akan kita dorong dan suport melalui APBD tapi kita tunggu. Proposal yang dari RSD Mangusada dari direksi kita akan tunggu, yang selanjutnya dilakukan pembahasan bersama dan rapat kerja dengan pemerintah,” ujarnya lebih lanjut.

Sesuai rincian untuk alat yang akan di KSO adalah radioterapi dengan biaya sebesar Rp105 miliar “Ya itu, saya sampaikan KSO itu, untuk radioterapi segera untuk di eksekusi sehingga pelayanannya lebih bisa lebih cepat. Rp105 miliar KSO nya, kalau ada yang lain lagi, yang memang diperlukan kita sarankan segera eksekusi,” tutupnya.

Ik-MD-Sp-BPD Bali/15/2023/fm

Pada kesempatan sama, Wakil Direktur RSD Mangusada, I Wayan Durta menjelaskan bahwa proposal yang akan diajukan terkait advokasi rencana pengembangan di tahun 2024 dyang memerlukan pendanaan dari pihak pemerintah. Di samping itu, menurutnya pengembangan akan menghasilkan pendapatan dan pemasukan untuk APBD dan anggaran dari APBD tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk pengembangan dan peningkatan fasilitas di RSD Mangusada.

Baca juga :  TP PKK Kota Denpasar Percepatan Penurunan Stunting

Terkait pengembangan dalam waktu dekat (tahun 2024) memang diperlukan pendanaan dari pemerintah, serta memberikan keyakinan bahwa pengunaan anggaran tersebut benar-benar untuk pengembangan layanan bagi masyarakat Badung. Lanjut menambahkan, bahwa fasilitas pendukung yang digunakan untuk penanganan masalah kanker memang sudah tersedia hanya saja tidak ada radiotetapi, sehingga perlu diadakan secepatnya.

“Yang segera dilakukan adalah layanan onkologi terpadu, onkologi terpadu ini penanganan kanker terpadu ada dari segi kemoterapinya sudah kami punya, dokter bedah onkologi sudah kami punya, ruang perawatan onkologi juga kami punya tapi ini radioterapinya kami belum punya ini yang harus cepat pengadaannya,” imbuh Wayan Durta.

Fasilitas lain yang menjadi kendala adalah fasilitas penanganan jenazah yang masih terbatas, sehingga harapan ke depan ada pengembangan dan penyediaan lahan untuk pembangunan rumah duka. “Terkait pelayanan untuk formalin jenazah, fasilitas kami masih terbatas dan sumber daya kami belum mempunyai, sehingga ke depan harapan kami dibantu untuk penyediaan lahan kemudian pembangunan rumah duka. Ini juga akan menjadi sumber pendapatan yang baru, yang dapat meningkatkan pelayanan jenazah,” pungkasnya. On-MD.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close