Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-Anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Tekankan Pentingnya Perencanaan Masa Depan Berkualitas

BADUNG, MataDewata.com | Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menekankan pentingnya peran aktif orang tua dan guru dalam mengawal tumbuh kembang remaja agar terhindar dari perilaku negatif. Saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMPN 3 Petang, Kamis (30/4/2026).

Diingatkan bahwa masa remaja adalah fase rentan pencarian jati diri yang membutuhkan pengawasan terkontrol serta kepekaan terhadap kondisi mental anak. Orang tua diminta untuk waspada terhadap tanda-tanda anak yang mulai murung atau menyendiri guna mencegah dampak buruk perundungan (bullying) serta menghindari kekerasan verbal yang dapat merusak karakter anak.

Baca juga :  Komitmen Cegah dan Tangani Kasus Stunting, Pemkot Denpasar Rancang Rencana Aksi Percepatan Penurunan Stunting

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menambahkan bahwa lingkungan sekolah, rumah, dan pergaulan luar harus bersinergi dalam menanamkan tanggung jawab diri pada anak.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran kepada siswa SMP mengenai pentingnya memiliki perencanaan masa depan yang sistematis agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan pernikahan dini. Dengan pondasi pengetahuan yang matang, remaja diharapkan mampu memprioritaskan kewajiban belajar serta menjaga kepercayaan orang tua demi menggapai masa depan sebagai individu yang berkualitas.

Baca juga :  Deklarasi Pemilu Damai 2024 di Pulau Dewata

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber ahli yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025 mengenai kesehatan reproduksi. Edukasi tersebut mencakup pemahaman komprehensif bahwa kesehatan reproduksi melibatkan kondisi fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan sekadar bebas dari penyakit.

Melalui pemberian informasi yang tepat mengenai bahaya seks bebas, pemerintah daerah berharap dapat menekan angka pernikahan dini sekaligus memperkuat perlindungan bagi hak-hak anak di Kabupaten Badung dan sekitarnya. Hp-MD

Baca juga :  Desa Kampung Gelgel Ikuti Lomba Kampung Pancasila Tingkat Nasional

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button