Bank BPD Bali Realisasikan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian di Badung
Dukung Kemandirian Pangan Berbasis Ekonomi Kerthi

BADUNG, MataDewata.com | Bank BPD Bali turut mengambil peran aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui partisipasi pada ajang International Fora for Kredit Program Pemerintah 2026. Forum yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut berlangsung di Grand Ballroom Mulia Resort Nusa Dua, Badung, Kamis (29/10/2026).
Mengusung tema “Empowering MSMEs Through Innovative and Sustainable Financing”, acara ini dihadiri langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Gubernur Bali Wayan Koster. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mempertegas arah kebijakan bersama dalam mendukung ketahanan serta inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada puncak rangkaian Internasionalisasi Kredit Program (IKP) 2026 tersebut, Bank BPD Bali yang diwakili oleh Kepala Divisi Kredit Ritel dan Konsumer berpartisipasi dalam sesi penyerahan simbolis Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA). Fasilitas pembiayaan ini diserahkan kepada pelaku usaha penggilingan padi dan penyosohan beras asal Kabupaten Badung yang merupakan salah satu debitur Bank BPD Bali.
Nasabah yang telah menjalankan usaha pengolahan hasil pertanian keluarga sejak 1997 tersebut memanfaatkan dana pembiayaan untuk memperbarui mesin Rice Milling Unit (RMU). Pembaruan teknologi ini berdampak pada efisiensi operasional dan peningkatan kapasitas produksi beras, sekaligus memperkuat peran usaha tersebut sebagai penghubung antara petani dan konsumen dalam menjaga pasokan pangan daerah.
Direktur Kredit Bank BPD Bali Made Lestara Widiatmika SE MM menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan untuk UMKM merupakan upaya berkelanjutan bank dalam mendampingi masyarakat agar lebih mandiri dan tangguh secara ekonomi.
βKami berupaya untuk selalu hadir memberikan akses pembiayaan yang mudah, tepat guna, dan tepat sasaran. Dukungan pada sektor pengolahan hasil pertanian ini selaras dengan arah kebijakan Asta Cita dari pemerintah pusat dalam membangun kemandirian pangan.
Di saat yang sama, langkah ini menguatkan fondasi Ekonomi Kerthi Bali dan selaras dengan semangat Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, agar pelaku usaha lokal kita dapat terus meningkatkan kapasitas operasionalnya dan bersaing dengan baik,β ujar Made Lestara Widiatmika.
Penyaluran kredit program pemerintah oleh Bank BPD Bali hingga 26 Oktober 2026 mencatatkan kinerja sangat positif. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berhasil menyentuh Rp2,04 triliun atau 99,98 persen dari target Rp2,05 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sangat sehat di angka 0,02 persen, di mana 72 persen didominasi sektor produksi. Sementara itu, program KUA terealisasi sebesar Rp7,3 miliar (89,02 persen) dengan NPL 0 persen, serta Kredit Program Perumahan (KPP) mencatatkan penyaluran Rp226,79 miliar (75,63 persen). Rk-MD



