Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar 2026 Tetapkan Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik

Wali Kota Jaya Negara Sebut Sebagai Momentum Pembinaan Seni Budaya

DENPASAR, MataDewata.com | Gelaran Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar yang menampilkan kepiawaian Sekehe Gong Kebyar Wanita, Sekehe Gong Kebyar Anak-Anak, dan Sekehe Baleganjur telah sukses mencapai puncaknya di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (24/10/2026).

Dari total 16 sekehe yang berpartisipasi, sebanyak delapan sekehe resmi ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik.

Penetapan tersebut diumumkan pada hari kedua penyelenggaraan yang turut disaksikan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari.

Dalam kesempatan itu, para pimpinan daerah juga menyerahkan piagam penghargaan secara langsung kepada para peserta berpenampilan terbaik.

Adapun daftar sekehe berpenampilan terbaik meliputi kategori Gong Kebyar Wanita yang diraih oleh Sekehe Gong Wanita Dharma Duta Laksana (Banjar Kepisah, Pedungan). Pada kategori Gong Kebyar Anak-Anak, predikat terbaik diraih oleh Sekehe Gong Anak Lila Tri Datu (Kelurahan Pemecutan), Sekehe Gong Anak Sida Gita Karya (Banjar Dukuh Mertajati, Sidakarya), serta Sekehe Gong Anak Ganabala (Banjar Semaga, Penatih).

Baca juga :  Bupati Sanjaya Berikan Motivasi Pada Duta Kabupaten Tabanan “Utsawa Gong Kebyar Wanita di PKB XLVI 2024”

Sementara itu, untuk kategori Baleganjur, sekehe berpenampilan terbaik diraih oleh Sekehe Baleganjur Tegal Jimbar (Desa Adat Panjer), Sekehe Baleganjur Dharma Astuti (Banjar Pande, Sumerta), Sekehe Baleganjur Asti Swetha Swara (Desa Adat Sesetan), serta Sekehe Baleganjur Dwi Tunggal (Banjar Menesa, Puseh Pedungan).

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa penguatan seni budaya merupakan komitmen nyata Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni di wilayah perkotaan. Hal ini selaras dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju.

Baca juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Atma Wedana Maligia Punggel Kesiman

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Wali Kota Jaya Negara juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik agar tidak patah semangat, mengingat kegiatan pembinaan dan kompetisi serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah kreativitas seniman muda Kota Denpasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian seni klasik sesuai pakemnya, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekehe di masyarakat.

Baca juga :  Sekda Alit Wiradana Buka Pagelaran Budaya Renon Festival Perdana

Secara teknis, penilaian parade yang diikuti oleh 16 sekehe ini didasarkan pada sejumlah unsur penting, meliputi teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur komposisi (pangawit, pangawak, dan pangecet), kreativitas pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, hingga aspek penampilan yang mencakup ekspresi, gerak, dan tabuh.

Sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah daerah, setiap sekehe Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Wanita yang tampil diberikan uang pembinaan sebesar Rp35 juta. Sedangkan setiap sekehe Baleganjur memperoleh uang pembinaan sebesar Rp25 juta. Hd-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button