Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Salurkan Bantuan Pangan dan Edukasi Pola Asuh Anak di Masa Golden Age

BANGLI, MataDewata.com | Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, terus menggencarkan edukasi masyarakat melalui sosialisasi yang menyasar tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (24/4/2026). Tiga desa tersebut meliputi Desa Pinggan, Desa Sukawana, dan Desa Kintamani.
Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kaum ibu, terkait kesehatan keluarga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta kelestarian lingkungan. Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan peran strategis ibu rumah tangga dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk kewaspadaan terhadap penyakit rabies.
“Anjing peliharaan harus dirawat dengan baik dan rutin divaksinasi. Jika terjadi kasus gigitan, masyarakat harus segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat agar ditangani dengan cepat,” tegas Ny. Putri Koster.
Selain isu rabies, ia menyoroti peningkatan populasi lalat di wilayah Kintamani yang berisiko menjadi sumber penyakit. Ia mengajak warga memperbaiki pola pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan sejak dari sumbernya. Sampah organik diharapkan tuntas di rumah tangga, sementara sampah anorganik dan residu dikelola melalui TPS3R dan insinerator.
Terkait kesehatan warga, Ny. Putri Koster juga memberikan perhatian khusus pada kasus xerosis cutis (kondisi kulit kering) yang ditemukan pada warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana. Ia memastikan warga tersebut telah diarahkan untuk mendapat penanganan medis melalui Dinas Kesehatan setempat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, mengingatkan pentingnya pola asuh pada masa emas pertumbuhan (golden age). Ia mengimbau orang tua untuk membatasi penggunaan gawai (gadget) pada anak usia 0–5 tahun demi kesehatan dan karakter anak di masa depan.
Sebagai bentuk aksi nyata, TP PKK Provinsi Bali menyalurkan bantuan sosial di setiap lokasi berupa 6.000 kilogram beras, 12.000 butir telur, dan 400 kotak susu. Ny. Putri Koster juga menyempatkan diri meninjau demonstrasi memasak olahan pangan lokal sebagai bagian dari program Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Melalui kegiatan ini, kader PKK diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di tingkat desa serta menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hp-MD



