Bunda Rai Tinjau Posyandu 6 SPM dan PSBS Tabanan
Tekankan Penguatan Layanan Dasar dan Pekarangan Produktif

TABANAN, MataDewata.com | Komitmen memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat terus digaungkan oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, melalui roadshow pelaksanaan sosialisasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal serta peninjauan persiapan Lomba Telajakan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber yang menyapa kader dan masyarakat di Kecamatan Selemadeg dan SMK N 1 Tabanan, Rabu (23/9/2026).
Bunda Rai bersama kepala perangkat daerah terkait dan pengurus Tim Pembina Posyandu Tabanan melakukan rangkaian pembinaan di Banjar Bajera Kelod, Desa Bajera, dilanjutkan peninjauan persiapan lomba telajakan di Desa Serampingan, serta kunjungan inovasi PSBS di SMK N 1 Tabanan.
Di Banjar Bajera Kelod, Bunda Rai meninjau langsung pelayanan Posyandu mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, linmas, hingga sosial, termasuk pemberian makanan tambahan olahan ikan lele dan buah naga tanpa bahan pengawet bagi anak-anak.
Di sana, ia mengingatkan pentingnya sosialisasi Posyandu 6 SPM secara berkelanjutan agar masyarakat memahami fungsi Posyandu yang kini menjadi wadah penyampaian berbagai kebutuhan.
“Sosialisasi harus terus tiang lakukan, manfaatkan acara apapun seperti kegiatan PKK, arisan, pertemuan banjar maupun kegiatan lainnya, yang terpenting masyarakat mengetahui bahwa melalui Posyandu mereka dapat menyampaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan enam bidang pelayanan,” ujarnya.
Usai di Bajera Kelod, Bunda Rai dan jajaran melanjutkan aksi di Desa Serampingan untuk meninjau telajakan sekaligus mengunjungi rumah percontohan milik warga yang memanfaatkan pekarangan secara produktif dengan tanaman pangan, TOGA, hingga budidaya lele dan ayam.
“Lengkap sekali tanaman di sini, mulai dari tanaman pangan hingga TOGA, bahkan ada inovasi ternak lele menggunakan galon bekas sebagai alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas, apalagi air dari wadah lele dimanfaatkan untuk menyiram tanaman sehingga semuanya saling mendukung,” pujinya.
Kunjungan kemudian ditutup di SMK N 1 Tabanan guna melihat inovasi PSBS di sekolah, di mana para siswa memanfaatkan koran dan botol plastik bekas menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi. Ht-MD



