Perkuat Layanan Terpadu, Bunda PAUD Badung Buka Bimtek Pemenuhan 8 Indikator PAUD HI

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa Tegaskan Pendidikan Anak Usia Dini Merupakan Fondasi Utama Kualitas Sumber Daya Manusia

BADUNG, MataDewata.com | Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, resmi membuka Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pemenuhan 8 Indikator Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif di SPNF SKB, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 90 pendidik PAUD se-Kabupaten Badung.

Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Badung bersama pimpinan perangkat daerah lintas sektor. Jajaran instansi tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Polres Badung, Bappeda, serta BPKAD.

Baca juga :  Peringati HUT ke-53 KNPI dan KYF ke-8, Pemkab Klungkung Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi utama pembangunan kualitas sumber daya manusia. Masa emas pertumbuhan anak menuntut perhatian menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, serta emosional anak.

β€œPendidikan anak usia dini adalah fondasi paling penting dalam membangun masa depan bangsa. Melalui pendekatan Holistik Integratif, kami memastikan setiap anak mendapat perhatian yang utuh, sehingga dapat tumbuh optimal dan siap melangkah menuju masa depan yang cerah,” ujarnya.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Matangkan Rencana Site Visit Infrastruktur Jalan Bahas Skema KPBU

Fokus utama bimtek ini adalah pemenuhan delapan indikator layanan esensial PAUD HI secara bertahap dan berkelanjutan di setiap satuan. Indikator tersebut mencakup pelaksanaan kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan fisik, deteksi dini kebutuhan khusus, serta koordinasi dengan Puskesmas atau Posyandu.

Indikator lainnya meliputi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, pemberian makanan tambahan bergizi, pemantauan kepemilikan nomor induk kependudukan anak, serta penyediaan sanitasi dan air bersih. Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa pencapaian target ini memerlukan kerja sama yang erat antarinstansi lintas sektor.

Baca juga :  Berbagai Elemen Terus Bergerak Bersihkan Sampah Sisa Banjir di Denpasar

Melalui pelatihan ini, para guru didorong untuk mengaplikasikan indikator tersebut langsung dalam operasional harian lembaga, bukan sekadar melengkapi dokumen administrasi. Dengan menjunjung semangat satu anak, satu layanan terpadu, satu komitmen, pemda berharap seluruh anak di Kabupaten Badung dapat tumbuh sehat, cerdas, terlindungi, dan belajar dengan gembira. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button