Gubernur Bali Dorong KONI Petakan Cabang Unggulan demi Kejar Prestasi Nasional

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali I Wayan Koster mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali untuk memetakan cabang olahraga yang memiliki potensi besar meraih prestasi sebagai strategi meningkatkan posisi Bali di tingkat nasional. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Bali memiliki keterbatasan jumlah penduduk, sarana, dan anggaran dibandingkan provinsi-provinsi besar di Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali di Sekretariat Daerah Pemerintah, Selasa (21/7/2026).

Gubernur I Wayan Koster menjelaskan, dengan jumlah penduduk Bali sekitar 4,4 juta jiwa, persaingan dengan provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tentu tidak mudah. Namun, ia menegaskan jumlah penduduk bukan satu-satunya faktor penentu prestasi.

Baca juga :  Tegas, Pasar Galiran Klungkung jadi Sasaran 'Tembak' Gubernur Koster, Ada Apa?

“Kalau bicara statistik memang peluang kita lebih kecil. Tetapi jumlah bukan satu-satunya strategi. Yang menentukan adalah bagaimana kita menyusun strategi yang tepat agar tetap bisa menjadi yang terbaik,” ujar Koster. Koster mengingatkan Bali saat ini berada di peringkat ketujuh nasional dalam ajang olahraga. Capaian tersebut, menurutnya, harus dipertahankan bahkan ditingkatkan hingga kembali menembus lima besar nasional.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta KONI Bali memetakan setiap cabang olahraga berdasarkan peluang meraih medali.
“Petakan mana cabang yang berpotensi emas, mana yang perak, dan mana yang perunggu. Setelah dipetakan, lakukan pembinaan secara serius. Kita harus jeli melihat cabang olahraga yang memang menjadi kekuatan Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Siap Buka BTR 2026 di Kintamani, Gubernur Koster Dukung Sport Tourism yang Tingkatkan Ekonomi Daerah

Ia berharap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 yang direncanakan digelar di Kabupaten Buleleng tidak sekadar menjadi ajang kompetisi daerah, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju level nasional. “Porprov jangan hanya menjadi event biasa. Jadikan itu sebagai pijakan untuk menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional,” tuturnya.

Disisi lain, Ia mengakui Bali masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi jumlah atlet, fasilitas olahraga, maupun anggaran pembinaan. “Tentu kita kalah jumlah, kalah sarana, bahkan anggaran kita juga terbatas. Tetapi semangat sebagai patriot olahraga harus tetap ditunjukkan agar mampu menghasilkan prestasi terbaik,” terangnya.

Baca juga :  Puncak Karya Pedudusan Agung di Pura Titi Gonggang Besakih, Koster Ajak Lestarikan Adat, Budaya dan Kearifan Lokal Warisan Leluhur

Lebih lanjut, pihaknya memastikan Pemerintah Provinsi Bali akan terus memperkuat pembinaan olahraga. Selain mengoptimalkan anggaran daerah, pihaknya juga akan mencari sumber pendanaan lain yang sah untuk mendukung penyelenggaraan event dan pembinaan atlet.

“Saya akan ikut memikirkan skema pendanaan di luar APBD yang legal dan aman untuk mendukung olahraga Bali. Jadi jangan pernah ragu dengan komitmen saya. Apapun keputusan yang menjadi prioritas KONI, saya akan mendukung demi kemajuan olahraga Bali,” tutupnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button