Gianyar Validasi Buku Kerajinan Wastra dan Logam Demi Dokumen Budaya Utuh

Ketua Dekranasda Ny. Surya Adnyani Mahayastra Hadiri FGD Bersama ISI Bali, Pastikan Sejarah dan Nilai Kerajinan Terdokumentasi Tepat

DENPASAR, MataDewata.com | Menjaga warisan kerajinan Gianyar sebagai Kota Kerajinan Dunia tidak cukup hanya dengan menghasilkan karya, tetapi juga memastikan sejarah, teknik, nilai budaya, dan perkembangannya terdokumentasi secara tepat. Buku Kerajinan Wastra dan Logam Kabupaten Gianyar yang telah disusun kini memasuki tahap validasi dan penyempurnaan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para perajin, pelaku usaha, akademisi ISI Bali, dan pihak terkait.

Baca juga :  Bupati Sanjaya Hadiri Pujawali Pelinggih Dalem Prajapati dan Beji Desa Adat Bunyuh

FGD berlangsung di Auditorium Kirtya Sabha Mahotama, Gedung Citta Kelangen Lantai III ISI Bali, Jalan Nusa Indah, Denpasar, Jumat (18/9/2026).

Forum ini menjadi ruang untuk menguji, memperkaya, dan memastikan substansi buku sesuai dengan fakta, pengalaman, serta perkembangan kerajinan wastra dan logam di masyarakat. Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan bahwa masukan dari berbagai pihak diperlukan agar buku tersebut memiliki isi yang komprehensif.

Baca juga :  1.500 Ekor Burung Ramaikan Kompetisi Burung Berkicau Memperebutkan Piala Walikota Denpasar

“Buku ini sudah disusun. Melalui FGD ini kita ingin memastikan keabsahan dan ketepatan isinya, sekaligus mendapatkan masukan dan pendapat dari para pihak yang memahami kerajinan secara langsung. Dengan demikian, buku ini nantinya benar-benar dapat memberikan gambaran yang utuh,” ujarnya.

Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra menegaskan, dokumentasi kerajinan harus menggambarkan realitas dan tantangan perajin masa kini.

Baca juga :  Sekda Surya Suamba Pimpin Evaluasi Progres APBD Badung Triwulan I Tahun 2026

“Kerajinan bukan hanya tentang seni dan budaya, tetapi juga menyangkut usaha, lapangan pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pelestarian harus berjalan bersama dengan pengembangan ekonomi tanpa kehilangan identitas budaya Gianyar,” tegasnya. Buku ini diharapkan menjadi referensi kredibel bagi masyarakat, akademisi, dan pemerintah. Hg-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button