Pemkot Denpasar Gencarkan Normalisasi Sungai di 40 Titik Sedimentasi
Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan

DENPASAR, MataDewata.com | Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggencarkan pengerukan dan normalisasi di 40 titik sedimentasi sungai serta saluran drainase di seluruh wilayah Kota Denpasar.
Langkah preventif ini digelar sebagai upaya memperlancar debit arus air sekaligus mencegah potensi genangan dan banjir menjelang musim penghujan, seperti yang ditinjau langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Tukad Rangda, Kelurahan Panjer, Sabtu (7/11/2026).
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Wali Kota Jaya Negara turut didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Oka Cahyadi Wiguna, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Darsa, serta Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa.
Jaya Negara menyampaikan bahwa pengerukan sedimen di alur sungai utama Denpasar, seperti Tukad Badung, Tukad Teba, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, Tukad Ngenjung, hingga Tukad Ayung, menjadi langkah strategis agar kapasitas daya tampung perairan dapat bekerja optimal saat curah hujan meningkat.
“Normalisasi sungai-sungai di wilayah Kota Denpasar ini dilaksanakan pada titik-titik sedimentasi dengan harapan dapat memperlancar arus air guna mencegah banjir menjelang musim penghujan. Kami berharap melalui normalisasi ini sungai-sungai di Kota Denpasar dapat optimal menampung air saat curah hujan tinggi, dan kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegas Wali Kota Jaya Negara. Khusus penanganan Tukad Mati, Pemkot Denpasar sebelumnya juga telah menjalin sinergi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa, menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi sungai dan drainase telah berjalan sejak awal tahun dan kembali diperkuat pada Anggaran Perubahan APBD 2026. Pengerukan sedimen hingga mencapai lapisan tanah keras di 40 titik tersebut ditargetkan tuntas pada awal Desember mendatang.
Di samping pengerukan fisik alur sungai, Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR juga telah merampungkan pembangunan instalasi pompa air di beberapa lokasi rawan genangan demi meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang kawasan aliran sungai. Hd-MD



