Karya Ngenteg Linggih di Pura Pucak Arantaja, Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Petani

Serahkan Hibah Upakara Rp1,7 Miliar dan Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Petani

BADUNG, MataDewata.com | Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kelestarian adat, tradisi, serta kehidupan keagamaan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menghadiri prosesi Nodya Caru Rsi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan serangkaian Upacara Ngenteg Linggih Pedudusan Agung di Pura Pucak Arantaja, Banjar Petang Suci, Desa Petang, Kecamatan Petang, Senin (19/10/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bantuan hibah upakara sebesar Rp1,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Tahun 2026. Bantuan dana hibah ini diserahkan langsung kepada Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, dengan disaksikan oleh para undangan, tokoh masyarakat, serta ribuan krama pengempon pura yang memadati areal utama mandala.

Baca juga :  Peringati Tumpek Wayang, Bupati Satria Pimpin Aksi Bersih Sampah Plastik di Kawasan PKB Klungkung

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa bantuan hibah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam meringankan beban finansial krama adat. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta sesuai falsafah Tri Hita Karana. Terlebih, Pura Pucak Arantaja merupakan situs sakral yang diempon oleh para petani dari dua wilayah kecamatan yang berbeda.

“Aspek kelestarian subak sangat bergantung pada kesejahteraan para petaninya. Sebagai pura yang diempon oleh para petani, keberadaan pura ini sangat penting demi kelangsungan subak kita yang ada di Kabupaten Badung. Pemkab Badung berkomitmen untuk mendukung dan meringankan beban dari para petani, yang dibuktikan oleh beasiswa Nak Badung bagi para anak-anak petani. Karena petani ini merupakan pahlawan kita dan saya ingin petani Badung benar-benar bangga menjadi petani,” tegas Bupati Adi Arnawa.

Baca juga :  Paskibraka Bali Jadi Aset Masa Depan Bali dan Indonesia

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Wayan Lasya, dalam laporan dan sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih kepada jajaran Pemkab Badung atas kucuran bantuan yang diberikan secara berkesinambungan kepada krama subak pengempon pura.

Ia menjelaskan bahwa Pura Pucak Arantaja selama ini diempon secara swadaya oleh krama dari tujuh subak yang tersebar di wilayah Kecamatan Petang dan Kecamatan Abiansemal. Total luasan lahan pertanian subak yang bernaung di bawah kesucian pura ini mencapai 810 hektar dengan jumlah krama pengempon mencapai 2.025 orang.

Baca juga :  Bupati Adi Arnawa Tandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah Dengan PT. SMI, Akselerasi Infrastruktur Jalan di Kabupaten Badung

“Rangkaian upacara berjalan lancar dan Puncak Karya direncanakan akan dilaksanakan pada 25 Oktober mendatang. Prosesi ini akan dipuput oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Oka Watulumbang Manuaba. Sekali lagi mewakili seluruh krama pengempon kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah,” kata I Wayan Lasya.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Badung, Camat Petang beserta unsur Tripika kecamatan, pengurus Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, para perbekel dan bendesa se-Kecamatan Petang, serta tokoh masyarakat dan krama pengempon pura. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button