OJK Bali Catat Indeks Literasi Keuangan Tembus 78,77 Persen dan Peringkat Tiga Nasional
Pertumbuhan Kredit UMKM Capai 50,47 Persen Serta Ungkap Capaian Inklusi Keuangan Raih 96,24 Persen

DENPASAR, MataDewata.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat indeks literasi keuangan menembus 78,77 persen dan berada pada posisi peringkat ketiga secara nasional setelah Jakarta dan Kalimantan Selatan.
OJK memastikan industri perbankan di wilayah Bali secara umum masih tumbuh positif meskipun dengan laju pertumbuhan di bawah rata-rata nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Bali, Parjiman, dalam acara Ngobrol bersama Update Berita (NGORTE) di Kantor OJK Bali, Selasa (15/9/2026).
“Data sampai Juli 2026, secara umum industri perbankan masih positif walau di bawah rata-rata nasional dalam beberapa hal. Seperti aset misalnya secara nasional 11,73 persen tapi kita 4,73 persen,” ungkap Parjiman.
Berdasarkan data OJK, kredit UMKM di Bali tercatat mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya.
“Untuk kredit UMKM di Bali itu sekitar 50,47 persen dari total kredit yang ada, posisi Juli tumbuh 6,41 persen lebih tinggi jika dibandingkan posisi Juli tahun lalu,” ungkapnya.
Menariknya, hasil survei tahun 2026 yang digelar bekerja sama dengan BPS dan LPS, tingkat literasi dan inklusi keuangan di Bali melonjak tinggi hingga mampu menembus jajaran teratas secara nasional. Keberhasilan tersebut berkaitan dengan edukasi dan pemanfaatan jasa keuangan di Provinsi Bali.
“Indeks literasi keuangan di Bali mencapai 78,77%, ini nomor tiga dari seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk inklusinya sudah mencapai 96,24%,” jelas Parjiman.
Tingginya angka literasi dan inklusi ini tidak lepas dari berbagai terobosan edukasi yang dilakukan OJK Bali secara berkelanjutan yang menyasar sektor pendidikan menengah atas melalui kerja sama strategis.
“Modul ajar literasi keuangan tingkat SMA/MA yang disusun bersama MGMP masuk dalam nominasi Financial Literacy Award 2026 sebagai program literasi keuangan terbaik tingkat provinsi,” pungkasnya.
Melalui capaian ini, OJK berharap mampu mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kredit perbankan ke sektor riil, khususnya UMKM dan pariwisata. On-MD



