Pekan Iklim Bali 2026 Jadi Momentum Perkuat Aksi Nyata Menuju Bali Emisi Nol Bersih 2045

Gubernur Koster Telah Luncurkan KRE Kerthi Bhumi Satwika

DENPASAR, MataDewata.com | Gubernur Bali, Wayan Koster, membuka secara resmi gelaran Pekan Iklim Bali 2026 di Prama Sanur Beach Bali, Sanur, Denpasar, Selasa (13/10/2026). Di hadapan para pejabat nasional, konsulat negara sahabat, akademisi, dan pegiat lingkungan, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali terus memimpin transisi hijau melalui aksi nyata berbasis kolaborasi lintas sektor dan kearifan lokal.

Mengusung tema “Gerakan Iklim Daerah: Memaknai Kembali Arti Transisi untuk Semua”, Gubernur Koster memaparkan bahwa ancaman perubahan iklim telah nyata berdampak pada siklus alam Bali. Oleh karena itu, perlindungan lingkungan ditempatkan sebagai fondasi utama dalam visi pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru.

Baca juga :  Bale Kertha Adhyaksa Kejaksaan Negeri Jembrana diresmikan, Bupati Kembang: langkah cerdas jawab tantangan sosial dengan pendekatan lokal

Dalam arahannya, Gubernur Koster menekankan pentingnya sinergi kebijakan antara provinsi dan kabupaten/kota dalam mengimplementasikan Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah Provinsi Bali. Peta jalan ini disiapkan untuk memastikan pencapaian target Net Zero Emission 2045 dapat terwujud melalui pola pembangunan semesta berencana yang terintegrasi.

Sebagai wujud konkret, langkah besar diambil melalui perluasan Kawasan Rendah Emisi (KRE) bertajuk Kerthi Bhumi Satwika. Kawasan ini mencakup enam wilayah prioritas, yakni Ubud, Nusa Penida, Nusa Dua, Kuta, Sanur, dan Kawasan Cagar Budaya Gajah Mada di Denpasar.

Gubernur Koster memberikan apresiasi khusus kepada seluruh pihak, termasuk Wali Kota Denpasar serta Desa Adat Sanur dan Intaran, yang telah sukses membuktikan bahwa pelibatan aktif desa adat menjadi kunci keberhasilan dalam penataan kawasan ramah lingkungan.

Baca juga :  PLN Dukung Uji Coba Kendaraan Listrik di Klungkung

“Aksi iklim Bali dijalankan secara niskala-sakala. Melalui pengembangan KRE Kerthi Bhumi Satwika dan penetapan Nusa Penida sebagai pulau hijau 100 persen energi terbarukan pada 2030, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Bali serius merawat alam demi generasi masa depan,” tegas Gubernur Koster.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan pujian atas kepemimpinan Gubernur Koster yang konsisten menempatkan isu lingkungan sebagai arus utama pembangunan daerah. Menurutnya, langkah strategis Pemprov Bali patut menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan krisis iklim global.

Baca juga :  Gubernur Wayan Koster Buka Bulan Bahasa Bali V Tahun 2023 yang Dilaksanakan Sebulan Penuh

Pekan Iklim Bali 2026 yang berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 ini diisi dengan empat agenda utama, yaitu Forum Kebijakan Publik, Forum Investasi Iklim, Jelajah Inovasi, dan Festival Rakyat. Melalui rangkaian forum ini, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster optimistis mampu mendorong kolaborasi investasi hijau serta mempercepat terwujudnya Bali yang tangguh, hijau, dan berkelanjutan. Hp-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button