Alit Kelakan Desak Percepatan Distribusi BBM, 11.500 KL Pertalite Disalurkan

DENPASAR, MataDewata.com | Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, mendesak Pertamina mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di Bali menyusul antrean dan keluhan masyarakat akibat ketersediaan BBM. Sebanyak 11.500 kiloliter (KL) Pertalite disalurkan ke sejumlah SPBU di wilayah Tabanan, Badung, dan Denpasar.

Politikus PDIP itu menilai laporan administratif yang mengklaim ketersediaan energi dalam kondisi aman hanyalah ilusi birokratis yang mengkhianati realitas. Ia menuntut penanganan krisis dibongkar hingga akar rumput bukan sekadar memelototi kapasitas tangki di atas meja sementara rantai distribusi lumpuh dan masyarakat tersiksa di barisan antrean SPBU.

Hal ini ditegaskan menyusul ketidaktersediaan BBM yang memicu antrean panjang mengular di sejumlah SPBU wilayah Bali, khususnya Kabupaten Tabanan, Badung, dan Denpasar. Kondisi kritis ini langsung direspons melalui percepatan dan pemetaan teknis yang disepakati bersama Pertamina dalam pertemuan khusus di Kantor Pertamina Patra Niaga Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Baca juga :  Bupati Adi Arnawa Tegaskan Komitmen Pemkab Badung Jaga Kebersihan Pesisir Secara Berkelanjutan

“Fakta lapangannya, kan di permukaan aman, aman, aman, tapi fakta lapangannya tidak aman. Stok aman, tetapi fakta lapangannya bermasalah. Makanya saya tadi datang ke sini untuk mengecek secara teknis dan pemecahan masalah,” tegas politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Alit Kelakan ini.

Ia mengungkap keberadaan stok Pertalite sebanyak 1.200 kiloliter di IT Pesanggaran dan 10.300 kiloliter di IT Manggis, dengan total 11.500 kiloliter yang harus segera dikerahkan ke SPBU. Ia memerintahkan Pertamina memobilisasi seluruh armada distribusi untuk mengguyur titik-titik krusial di Denpasar, Badung, dan Tabanan yang didera antrean panjang.

“Saya suruh tadi, agar ini dikerahkan semua hari ini, yang stok 1.200 itu, ke SPBU Badung, Denpasar, Tabanan, prioritas yang antreannya panjang,” tegasnya. Menurutnya, percepatan distribusi dari Depot Pesanggaran dan IT Manggis dapat mengurai antrean dalam waktu satu hingga dua hari, menguji komitmen Pertamina agar pasokan yang ada benar-benar bergerak melayani kebutuhan masyarakat di lapangan.

Baca juga :  DPRD Badung Sampaikan Pandangan Umum Terhadap RPJP Pemerintah Kabupaten Badung

Selain Pertalite, perhatian juga tertuju pada stok Pertamax sebanyak 1.500 kiloliter di IT Manggis. Karena itu, ia mendorong Pertamina segera memetakan kondisi 104 SPBU di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan berdasarkan jenis produk dan tingkat antrean.

Pemetaan teknis ini diperlukan agar armada pengangkut dapat langsung memprioritaskan SPBU yang berada dalam kondisi kritis. “Kalau hitungan teknis ini dijalankan dengan baik sesuai kesepakatan tadi, tidak ada antrean seharusnya,” kata Alit Kelakan.

Lebih jauh, ia mengingatkan Pertamina terkait rumus kuota BBM untuk Bali agar tidak disamakan dengan daerah lain karena faktor pariwisata. Dengan lonjakan konsumsi yang diproyeksikan naik 10 hingga 20 persen saat high season, libur hari raya, dan tahun baru, perencanaan kuota Pertalite menuntut perhitungan taktis yang presisi agar krisis serupa tak terus berulang. “Nggak mungkin di Bali ini karena daerah pariwisata tidak ada kelonjakan. Hari raya, high season, kemudian tahun baru dan lain sebagainya,” tuturnya.

Baca juga :  Penetapan Pimpinan DPRD Bali Periode 2024-2029

Ia mendorong koordinasi pemerintah kabupaten/kota dan provinsi untuk menyesuaikan kuota BBM dengan kebutuhan masyarakat dan pariwisata. Pertamina juga diminta mengevaluasi distribusi dari IT Manggis dan IT Pesanggaran, mencakup volume pasokan, frekuensi pengiriman, serta kapasitas armada mobil tangki ke SPBU.

“Berapa kemampuan mendistribusikan. Kalau memang kurang, pada saat RDP nanti saya akan sampaikan bahwa di Bali kekurangan kendaraan,” ujarnya. Pihaknya mendorong pengawasan distribusi agar menjangkau SPBU dan meminta komitmen percepatan penyaluran BBM benar-benar direalisasikan agar kelangkaan tidak berulang.

Sementara itu, berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, penambahan pasokan BBM untuk Bali sebanyak 3.000 kiloliter dijadwalkan tiba di Pesanggaran, kawasan Sanggaran, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sementara itu, pasokan sebanyak 26.000 kiloliter dijadwalkan tiba di IT Manggis pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Total pasokan tambahan yang disebutkan mencapai 29.000 kiloliter. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button