Pertamina Akui Pemulihan Stok BBM Bali Masih Berjalan, Konsumsi Pertalite Naik 12 Persen

DENPASAR, MataDewata.com | Pertamina Patra Niaga menyatakan proses pemulihan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali masih berlangsung meskipun pasokan dari kapal telah tiba. Peningkatan konsumsi masyarakat dan keterlambatan kedatangan kapal disebut menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi distribusi BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga, Alam Kanda Winali, menjelaskan operasional depot dan penyaluran BBM berlangsung 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, kedatangan kapal memicu peningkatan permintaan di SPBU setelah masyarakat sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh BBM. Pertamina pun terus berupaya memulihkan stok di sejumlah titik.
“Sebenarnya hal ini sudah dilakukan sejak dini hari sejak kapal datang. Untuk kita terus lakukan suplai dan suplai kita 24 jam,” ujar Alam, Selasa (13/10/2026). Alam mengatakan Pertamina memaksimalkan operasional armada mobil tangki untuk mempercepat distribusi BBM dari depot ke SPBU, khususnya di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan.
Lebih lanjut, Alam menjelaskan bahwa konsumsi Pertalite meningkat sekitar 12 persen, salah satunya dipengaruhi peralihan sebagian pengguna Pertamax setelah kenaikan harga. Meningkatnya permintaan terhadap BBM yang lebih terjangkau ini turut menekan pasokan. Selain itu, keterlambatan kedatangan kapal akibat cuaca dan faktor perjalanan juga sempat mempengaruhi kelancaran distribusi BBM.
“Jadi, kita memanfaatkan stok yang ada untuk supaya di Bali ini tetap ada suplai. Namun kondisi itu kan sudah terpenuhi sejak hari Minggu itu kapal datang. Senin itu kemudian kita kejar untuk pemenuhan kebutuhan suplainya,” jelas Alam.
Ia menyebut pemulihan stok dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan pasokan dari depot yang tersedia. Pertamina juga akan memaksimalkan penyaluran melalui dua titik utama, yakni IT Manggis dan IT Pesanggaran di kawasan Sanggaran, guna mempercepat distribusi BBM ke SPBU.
Pasokan BBM ke sejumlah SPBU di Denpasar, Badung, dan Tabanan selama ini lebih banyak dilayani dari IT Manggis. Dengan mengoptimalkan penyaluran melalui IT Pesanggaran, Pertamina berharap waktu tempuh mobil tangki lebih singkat sehingga frekuensi pengiriman ke SPBU dapat ditingkatkan.
Melalui optimalisasi dua depot tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan stok di SPBU, terutama di daerah yang mengalami antrean panjang. “Kenapa Sanggaran ini sangat efektif? Karena jaraknya dekat posisinya. Tidak jauh seperti Manggis. Jadi ini bisa, lintasnya bisa lebih banyak sehingga bolak-baliknya bisa lebih cepat,” kata Alam.
Ia mengungkapkan bahwa tambahan pasokan BBM dijadwalkan tiba di Pesanggaran pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebanyak 3.000 kiloliter. Sementara itu, tambahan pasokan sebanyak 26.000 kiloliter dijadwalkan tiba di IT Manggis pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Alam menyebut stok dan pasokan tambahan diharapkan menjaga kelancaran distribusi BBM di Bali. Kebutuhan Pertalite diperkirakan mencapai 2.200 kiloliter per hari, sedangkan Pertamax sekitar 1.000 kiloliter per hari. Besarnya kebutuhan tersebut membuat percepatan distribusi menjadi kunci menjaga ketersediaan BBM di SPBU.
Menurutnya, pemulihan pasokan dilakukan dengan mempercepat penyaluran dari depot ke SPBU serta mendatangkan pasokan baru. Namun, antrean masih berpotensi terjadi selama permintaan meningkat dan stok di sejumlah SPBU belum sepenuhnya pulih. “Kebutuhan barang inilah yang akan kami selalu upayakan untuk terus dipenuhi,” tuturnya.
Ia berharap optimalisasi armada, operasional depot selama 24 jam, dan tambahan pasokan dapat mempercepat normalisasi distribusi BBM di Bali. Dengan upaya yang dilakukan, ketersediaan BBM di SPBU diharapkan segera kembali stabil sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. On-MD



