Demokrat Gunakan Alat Berat dan Limestone, Bangun Jalan Antara Banjar Ditarget Rampung 1 Bulan

TABANAN, MataDewata.com | Partai Demokrat Bali, DPC dan PAC bersama masyarakat bergotong royong membangun jalan yang menghubungkan Banjar Munduk Dawuh dan Banjar Adat Puring di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali mulai dikerjakan, menggunakan alat berat, badan jalan sepanjang 1,26 kilometer dengan lebar 5 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan.

Pembangunan jalan ini juga memberikan akses penghubung dari Pekandelan menuju Pura Tambawaras dan Sekolah Dasar Negeri Petanahan di Desa Sangketan, Tabanan.

Baca juga :  Langkah Dr. Dadang Hermawan Menuju Senayan Semakin Kuat

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta mengatakan bahwa proses pengerjaan saat ini diawali dengan pembukaan badan jalan. Alat berat berupa ekskavator telah diturunkan untuk membuka akses yang selama hampir 60 tahun menjadi harapan masyarakat. Hal itu, disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pembangunan Jalan di Desa Sangketan, Sabtu (12/9/2026).

“Ini sudah dikerjakan sejak beberapa hari yang lalu dan hari ini kita sudah lihat badan jalan sudah dibuka, eksavator sudah diturunkan, dan terus akan dihubungkan sampai ke Munduk Dawa ya,” ujar Mudarta.

Baca juga :  Bupati Tabanan Harapkan Pemilu 2024 Mendatng Berlangsung Penuh Kegembiraan

Lebih lanjut, ia menyampaikan setelah badan jalan terbuka, tahapan berikutnya dilakukan penimbunan menggunakan limestone dan pemadatan yang ditargetkan rampung dalam 1 bulan. “Nah ini kan akan dibuka jalannya, sudah itu ditimbun limestone, sudah dipadatkan, dan seterusnya. Ya mungkin 1 bulan sudah kelar ya. 1 bulan target kita sudah selesai,” ujarnya.

Jalan tersebut bakal jadi akses penting yang menghubungkan dua banjar sekaligus membuka jalur ke berbagai fasilitas umum. Akses ini diproyeksikan memperlancar pengangkutan hasil pertanian seperti salak, cokelat, kelapa, dan pisang.

Baca juga :  Maksimalkan Infrastruktur, Made Sada Dego Siap Tangani Kemacetan di Badung

Sementara itu, untuk tahap akhir, terkait jenis permukaan jalan, apakah menggunakan aspal atau beton, masih akan dibahas bersama tokoh masyarakat setempat. “Aspal paling ini ya, aspal. Aspal yang paling ini. Nanti kami akan bahas bersama tokoh masyarakat di sini mana pilihan mereka yang terbaik ya. Nah, itu tentu kami akan dukung,” tandasnya. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button