Wakil Bupati Gianyar Terima Studi Kunjungan Pengelolaan Sampah Delegasi Pemerintah Kamboja

Bahas Inovasi Pengelolaan Sampah dan Sistem Rumah Kompos Gianyar

GIANYAR, MataDewata.com | Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun menerima studi kunjungan pengelolaan sampah dari delegasi Pemerintah Kamboja di Ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Jumat (12/6/2026). Kunjungan lintas negara ini dilakukan guna mempelajari berbagai regulasi strategis serta implementasi taktis pengelolaan sampah yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, delegasi Pemerintah Kamboja mendapatkan pemaparan komprehensif mengenai strategi pengelolaan sampah berbasis sumber, peran aktif masyarakat dalam pengurangan limbah, serta sinergi hulu-hilir antara pemerintah, desa adat, dan berbagai pemangku kepentingan. Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan yang semakin kompleks seiring pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan aktivitas masyarakat, perubahan gaya hidup, serta pola konsumsi yang terus berkembang.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

“Pengelolaan sampah dari sumbernya tidak hanya menjadi tugas pemerintah daerah, tetapi juga menjadi kewajiban pemerintah desa, kelurahan, desa adat, serta seluruh masyarakat. Melalui penanganan berbasis sumber, volume sampah yang dibawa ke TPA Temesi dapat terus berkurang dan hanya menyisakan residu,” tegas Wabup Agung Mayun.

Lanjutnya, Pemkab Gianyar terus menggenjot kualitas pengelolaan sampah lewat peningkatan disiplin rumah tangga yang diperkuat oleh Peraturan Bupati Gianyar Nomor 76 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Kearifan Lokal.

Baca juga :  Peringati Bulan Bung Karno Tahun 2025, Bupati Satria Restocking 4.000 Bibit Ikan

Saat ini Kabupaten Gianyar telah mengoperasikan 48 unit TPS 3R/Rumah Kompos yang tersebar di 45 desa dan satu kelurahan sebagai ujung tombak pereduksi sampah. Salah satu fasilitas percontohan terbaik yang dipaparkan adalah Rumah Kompos Padang Tegal yang dikelola mandiri oleh Desa Adat Padang Tegal, Ubud.

Arah kebijakan dan kesuksesan tata kelola lingkungan ini menuai apresiasi tinggi dari Secretary of State – Ministry of Interior Kamboja, Yang Mulia Oum Mara selaku pimpinan rombongan. Pihaknya menegaskan bahwa pendekatan komunal yang melibatkan masyarakat secara langsung serta penerapan teknologi rumah kompos di Gianyar menjadi inovasi yang sangat menarik untuk diadopsi di negaranya.

Baca juga :  Waspada Penipuan Berkedok Pengiriman Paket dan Undangan Pernikahan

“Kami berharap dapat memperoleh inovasi baru, program-program, serta pengalaman dalam pengelolaan sampah yang telah diterapkan di sini. Kami sangat tertarik melihat bagaimana masyarakat berperan aktif, dan berharap kerja sama ini berlanjut melalui pertukaran pengetahuan di bidang lingkungan,” pungkas Oum Mara optimis. Hg-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button