Pegang Teguh Tri Hita Karana, BVA Bali Siap Kembalikan Marwah Pariwisata Bermartabat

Dorong Integrasi Pariwisata Hijau dan Sapta Pesona

DENPASAR, MataDewata.com | Mengarungi arus disrupsi pariwisata global, Bali Villa Association (BVA) DPD Bali Periode 2026-2031 secara resmi memperkenalkan visi pergerakan barunya melalui sebuah tema besar: “United For Sustainable Bali Tourism”.

Komitmen kolektif ini dicanangkan langsung dalam momentum pasca-pengukuhan jajaran pengurus di Denpasar, Rabu (10/6/2026). Sebagai langkah nyata untuk mengembalikan marwah Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkualitas, bermartabat, dan ramah lingkungan.

Sekretaris Umum sekaligus Sekretaris Panitia BVA Bali, Gede Ricky Sukarta menjabarkan bahwa kata “United” mencerminkan semangat kolaborasi tanpa sekat antara pemerintah, pelaku usaha (industri vila), masyarakat, akademisi, hingga media.

Baca juga :  MD Suteja Bangun Simpul Data Jurnalisme Sehat dan Strategi SEO di Era Digital

Sementara “Sustainable Bali Tourism” menjadi janji suci agar roda pertumbuhan ekonomi pariwisata saat ini tidak sampai mengorbankan hak ekologi generasi masa depan Bali. “Bali tidak diwariskan oleh leluhur kepada kita, melainkan dipinjamkan oleh anak cucu kita. BVA tidak hanya ingin menjadi organisasi pelaku usaha, tetapi menjadi bagian dari solusi untuk menjaga kualitas pariwisata Bali di mata dunia,” ungkap Gede Ricky Sukarta yang juga mantan Ketua BVA tersebut.

Baca juga :  Rakor Penyusunan Program Kerja Desa Adat dan Kelurahan Jimbaran

Dalam implementasinya di lapangan, seluruh anggota BVA sepakat untuk menjadikan filosofi luhur Tri Hita Karana (keharmonisan dengan Tuhan, sesama, dan alam) sebagai pilar operasional industri akomodasi vila di Bali. Mendorongpenguatan nilai-nilai Sapta Pesona dalam setiap aktivitas industri pariwisata.

Nilai-nilai kearifan lokal ini akan dipadukan secara teknis dengan gerakan Sapta Pesona guna menjamin wisatawan mancanegara mendapatkan pengalaman berlibur yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan berkesan. Melalui integrasi konsep pariwisata hijau (green tourism), BVA mendorong seluruh pengelola vila untuk aktif melakukan pembatasan limbah, pelestarian arsitektur lokal Bali, hingga pemberdayaan krama desa adat di sekitarnya secara berkelanjutan. Hk-MD

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Terima Kunjungan Kerja Bupati Barito Timur

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button