Bupati Mahayastra Sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi Terkait Perubahan APBD 2026
Bahas Penonaktifan PBI JK hingga Kelanjutan Infrastruktur

GIANYAR, MataDewata.com | Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Gianyar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Jawaban tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Kabupaten Gianyar, Rabu (9/9/2026).
Dalam penyampaiannya, Bupati Mahayastra memberikan penjelasan terhadap sejumlah hal yang menjadi perhatian fraksi. Menanggapi pandangan Fraksi PDI Perjuangan terkait penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) dari Pemerintah Pusat akibat perubahan tingkat kesejahteraan keluarga pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Bupati menjelaskan bahwa telah dilakukan verifikasi dan migrasi bertahap ke PBPU/BP Pemerintah Daerah.
Pemkab Gianyar juga berkoordinasi dengan 13 Puskesmas dan dua rumah sakit untuk memfasilitasi warga agar tetap dapat mengakses layanan kesehatan.
Menjawab PU Fraksi Partai Golkar, Bupati Mahayastra menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap program beasiswa satu keluarga satu sarjana dan memastikan pembayaran UKT dilakukan tepat waktu. Terkait penurunan retribusi daerah, ia menjelaskan hal tersebut disebabkan peralihan penganggaran ke pos Lain-Lain PAD yang Sah sesuai Permendagri Nomor 14 Tahun 2025.
Sementara itu, belanja modal untuk jalan dan irigasi dialokasikan sebesar Rp288,130 miliar lebih, dengan alokasi khusus irigasi pertanian mencapai Rp10,773 miliar lebih.
Menjawab pandangan Fraksi Gerindra mengenai infrastruktur, Bupati Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan akan terus dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas dan efisiensi, termasuk progres Penataan Lahan GOR Gianyar yang kini mencapai 39,588 persen.
Terakhir, menanggapi PU Fraksi Demokrat Bersatu, Bupati memastikan anggaran diarahkan untuk memberikan dampak nyata melalui dukungan UMKM, peningkatan kompetensi guru, revitalisasi bangunan pendidikan, hingga perluasan program kesehatan preventif. Hg-MD



