Kemacetan Jalur Ketapang Berdampak ke Bali, Koster Minta Akses Penyeberangan Dipercepat

DENPASAR, MataDewata.com | Kemacetan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bali. Antrean kendaraan sempat mencapai belasan kilometer akibat pekerjaan fisik di kawasan Ketapang, Jawa Timur. Persoalan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. Pekerjaan yang menyebabkan gangguan bukan berada di Gilimanuk, melainkan di sisi Ketapang.
Hal itu, disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna ke-48 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (7/9/2026).
“Yang di Gilimanuk, itu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Itu memang karena ada pekerjaan di, bukan di Gilimanuknya, tapi Ketapangnya,” ujar Koster.
Lebih lanjut, pekerjaan di Ketapang diduga berkaitan dengan perluasan dermaga. Pembangunan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2027.
“Di Ketapang ada pekerjaan, kelihatannya karena ada perluasan dermaga di sana, karena kan macet sekali untuk mengantisipasi mudik Lebaran 2027. Jadi dikerjakan dari sekarang,” ujarnya.
Namun, pekerjaan fisik tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran kendaraan yang hendak menyebrang menuju Bali maupun sebaliknya. Kemacetan mengular hingga 15 kilometer.
“Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga sedang menyiapkan tambahan tiga kapal. Dengan demikian, jumlah kapal yang beroperasi akan bertambah,” kata Emil di Surabaya, dilansir dari Kompas.com, Senin (7/9/2026),
Berbagai langkah penanganan yang dilakukan mulai membuahkan hasil, terlihat dari kondisi antrian yang berangsur membaik. Berdasarkan pemantauan di lapangan, ekor kemacetan kini relatif berkurang. Meski begitu, Koster mendesak agar penanganan dipercepat dan berjanji bakal kembali berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Kemarin sudah bisa diatasi, saya sudah pantau, itu berkurang antriannya, masih ada kira-kira 4 sampai 5 kilo. Saya akan segera lagi komunikasi supaya kalau bisa bisa dipercepat lagi,” ucap Koster.
Meskipun demikian, ia menyadari betul penanganan kemacetan di kawasan Ketapang tidak begitu mudah. Lantaran kondisi geografis wilayah yang membuat ruang untuk rekayasa lalu lintas maupun manuver kendaraan menjadi sangat terbatas.
“Tapi memang medan di situ kan kita semua kan tahu kan, Ketapang itu kan enggak enggak terlalu luas wilayahnya, sehingga memang nggak banyak manuver yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyeberangan dari Ketapang,” tutupnya. On-MD



