Demokrat Bali Gelar Aksi Bersih Pantai dan Lepas 300 Tukik di Pantai Lembeng

GIANYAR, MataDewata.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali menggelar aksi bersih-bersih dan pelepasan 300 ekor Tukik di Pantai Lembeng. Aksi bersih-bersih ini menyasar pantai-pantai di Bali untuk menjaga kebersihan pantai sebagai kawasan suci dan destinasi wisata.
Harus diakui persoalan sampah yang terus menghantui kawasan pesisir Bali tidak cukup jika hanya diselesaikan melalui kebijakan pemerintah semata. Hal ini, memerlukan sinergitas dan keterlibatan semua elemen masyarakat untuk bergerak bersama menjaga kebersihan pantai agar tetap bersih dan lestari sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan.
Melihat kondisi ini, DPD Partai Demokrat Bali bergerak cepat untuk menggelar aksi bersih-bersih Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati, Gianyar, sekaligus melepas sekitar 300 tukik dan beberapa Pantai lainnya di Bali, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta, S.Sos, mengatakan kegiatan bersih-bersih ini sebagai bentuk kepedulian kader Demokrat untuk merawat dan menjaga Ibu Pertiwi yang menjadi bagian dari nilai-nilai Partai Demokrat. Hal itu, disampaikan kepada awak media di Pantai Lembeng, Jumat (7/8/2026).
“Hari ini kami melakukan aksi bersih-bersih. Ada sekitar 250 kader yang berpartisipasi menjaga kebersihan Pantai Lembeng. Harapan kami, kalau pantainya bersih tentu banyak tamu mancanegara yang akan berkunjung ke sini sehingga ekonomi UMKM di sekitar ikut bertumbuh,” ujarnya.
Ia menilai Pantai Lembeng memiliki potensi besar sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Gianyar. Karena itu, menjaga kebersihan kawasan pesisir berdampak pada kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Aksi bersih-bersih kawasan pantai Lembeng juga dirangkaikan dengan
pelepasan 300 tukik ke habitatnya. Pelepasan dilakukan setelah tukik dinilai cukup umur agar memiliki peluang hidup lebih besar di alam bebas.
“Kurang lebih ada 300 tukik yang kami lepas hari ini. Ini juga bagian dari upaya menjaga ekosistem laut karena penyu memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Bali,” terangnya.
Melalui gerakan bersih-bersih ini, ia berharap bisa menjadi budaya yang bisa dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan di kawasan pantai.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab kita bersama. Kalau dilakukan secara rutin, saya yakin pantai-pantai di Bali akan semakin bersih dan semakin banyak wisatawan yang datang,” tutupnya. On-MD



