Integrasikan Investasi dan UMKM, Bali Jagaditha VII Bidik Sektor Energi Terbarukan

BADUNG, MataDewata.com | Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Achris Sarwani melaporkan bahwa Bali Jagaditha VII merupakan program strategis yang sukses mengintegrasikan sektor investasi, pariwisata, dan UMKM ke dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Mengusung tema Bhumi Parahita, kegiatan ini berjalan selaras dengan agenda pembangunan ekonomi hijau (green economy) dan penguatan budaya yang menjadi prioritas nasional.
Data statistik yang dibukukan sepanjang gelaran ini sangat fantastis. Di sektor pariwisata, pelaksanaan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 berhasil menghadirkan 407 buyer dari 44 negara serta 208 seller dari berbagai daerah di Indonesia. Forum pariwisata internasional tersebut sukses menghasilkan potensi kesepakatan bisnis bernilai fantastis, mencapai Rp6,9 Triliun.
Sementara itu, di sektor investasi melalui Bali Investment Forum 2026, ajang ini mempertemukan 21 pemilik proyek dari wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan 35 calon investor internasional, termasuk para duta besar negara sahabat. Sektor UMKM binaan juga tidak kalah taji dengan mencatatkan potensi ekspor sebesar Rp23,03 Miliar, di mana selama tiga hari pameran, area showcase dikunjungi sekitar 60.000 orang dengan nilai transaksi langsung di tempat menembus Rp1,9 Miliar.
Melihat dampak positif yang luar biasa ini, Achris Sarwani menegaskan bahwa skala Bali Jagaditha akan terus dikembangkan secara dinamis ke depan. Bank Indonesia membidik perluasan cakupan ke sektor-sektor yang lebih luas dan krusial, seperti infrastruktur modern, pengelolaan sampah, hingga pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Bali. “Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujar Achris Sarwani optimis mengenai arah kemandirian ekonomi sirkular di Pulau Dewata. Hp-MD



