Gandeng TP PKK Se-Bali, Aksi Sosial di Buleleng Gelontorkan Ribuan Sembako dan Paket Belanja

Sinergi Lintas Daerah

BULELENG, MataDewata.com | Semangat toleransi dan kebersamaan lintas daerah terpancar kuat dalam gelaran aksi sosial “Berbelanja dan Berbagi Tim Penggerak PKK Provinsi Bali” edisi keempat tahun 2026 yang dihelat di Taman Kota Buleleng, Jumat (5/6/2026).

Sinergi kolektif dari seluruh pengurus TP PKK kabupaten/kota se-Bali ini sukses menyalurkan bantuan pangan skala besar untuk meringankan beban kebutuhan harian masyarakat setempat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhani Sutjidra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh keluarga besar TP PKK se-Bali.

Baca juga :  Bupati Badung Tertibkan Kabel Provider Demi Estetika Destinasi Pariwisata

Bantuan kemanusiaan yang berhasil digelontorkan dalam aksi berkunjung dan berbagi kali ini meliputi 2.000 kg beras, 6.000 butir telur, 100 liter minyak goreng, serta 100 paket belanja segar yang diserahkan langsung kepada 100 warga penerima manfaat di Kabupaten Buleleng.

Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta menekankan bahwa seluruh proses pendistribusian bantuan logistik pangan ini dilakukan secara adil dan tepat sasaran tanpa memandang latar belakang sosial budaya para penerima.

Baca juga :  K3S Badung Studi Tiru ke UPTD Pelayanan Sosial Jabar

Fokus utama dari gerakan gotong royong ini adalah menjangkau warga Buleleng yang benar-benar berada dalam kondisi membutuhkan, terutama menjelang momentum hari raya.

“Toleransi yang telah terbangun dengan baik ini mari kita jaga bersama. Jangan sampai ada perasaan tidak adil di antara sesama warga karena bantuan ini diberikan secara tulus oleh Tim Penggerak PKK se-Bali yang berkolaborasi dan bersinergi membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” tegas Ny. Seniasih.

Baca juga :  Restorasi Suci Pura Agung Besakih Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Keagungan Parahyangan

Selain misi kemanusiaan, pasar gotong royong ini diramaikan oleh 123 pelaku usaha mikro yang terbagi ke dalam beberapa klaster strategis, yakni 38 stan sektor pertanian, 32 stan kuliner tradisional, 30 stan industri kerajinan kain endek, serta 23 stan produk olahan dan kerajinan tangan.

Kolaborasi masif ini diharapkan mampu membuka ruang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat adat di Bali. Hp-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button