Mau Baca Buku Fisik? Perpustakaan Provinsi Bali Solusinya

DENPASAR, MataDewata.com | Digitalisasi semakin memudahkan manusia untuk mengakses informasi melalui internet dan teknologi Artificial Intelligence (AI), tapi ternyata membaca buku fisik masih menjadi pilihan sebagian orang. Bagi yang ingin menikmati pengalaman membaca secara langsung, Perpustakaan Provinsi Bali di Jalan Tukad Batanghari XIV Nomor 2, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar, bisa menjadi salah satu alternatif.

Contohnya Mia Rubawange, ia mengaku baru mengetahui keberadaan Perpustakaan Provinsi Bali padahal tinggalnya tidak jauh dari lokasi perpustakaan. Rasa penasaran membuatnya memutuskan datang untuk pertama kalinya.

“Sebetulnya aku tinggal dekat sini, kalau tidak salah baru tahu bulan lalu, tapi aku tinggal jauh lebih lama. Maksudnya baru sadar ternyata di sini ada perpustakaan,” ujar Mia saat ditemui di sela membaca buku, Denpasar, Senin (3/8/2026).

Baca juga :  Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara Pakelem Pemahayu Jagat di Pantai Muaya Jimbaran

perpustakaan provinsi bali

Sebelumnya, saat masih tinggal di Surabaya, Mia mengaku sering mengunjungi berbagai perpustakaan, mulai dari perpustakaan kampus hingga perpustakaan daerah. Selama di Bali, ia mengaku belum pernah ke Perpustakaan dan kali ini untuk pertama kalinya ia memutuskan menghabiskan waktunya di Perpustakaan Provinsi Bali untuk mencari suasana baru sekaligus inspirasi. “Hari ini kayaknya gabut, mau cari inspirasi, akhirnya ke sini saja,” ujarnya.

Kehadiran buku digital maupun teknologi AI tidak mengurangi pentingnya membaca buku fisik. Justru, perpustakaan menawarkan pengalaman yang berbeda karena pembaca dapat menemukan berbagai referensi secara langsung tanpa bergantung pada pencarian digital.

“Kalau buku kan bisa dilihat, kemudian juga kita tidak terpapar radiasi. Lalu kalau kita pergi ke perpustakaan ada banyak pilihan. Kita bisa lihat koleksi lama. Kalau pakai internet, misalnya kalau kita ingin fokus cari informasi, maka fokusnya hanya ke situ. Tapi kalau ke perpustakaan, kita punya banyak pilihan referensinya,” ujar Mia sambil menatap buku-buku yang terpajang di Rak Buku Perpustakaan.

Baca juga :  Mekepung Jembrana Cup di Sirkuit All in One desa Pengambengan

Untuk mendukung minat baca pengunjung, ia menilai perpustakaan perlu terus berbenah agar semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda. Penataan ruang yang lebih modern, pembaruan koleksi buku, hingga fasilitas pendukung seperti area lesehan, sofa, dan akses Wi-Fi dinilai dapat membuat perpustakaan menjadi ruang yang lebih nyaman untuk belajar maupun berdiskusi.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Perpustakaan Provinsi Bali mencatat sebanyak 823 kunjungan. Jika digabungkan dengan perpustakaan yang berada di Besakih dan Singaraja yang juga dikelola Pemerintah Provinsi Bali, total kunjungan mencapai 1.762 pengunjung dengan 150 eksemplar buku yang dipinjam.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah Jaga Stabilitas Inflasi Jelang Idul Fitri

Pustakawan Perpustakaan Provinsi Bali, Wayan Tunjung, mengatakan perpustakaan kini tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca, tetapi juga menjadi tempat mengerjakan tugas, belajar kelompok, hingga rapat secara daring karena telah dilengkapi akses Wi-Fi. “Karena kita sediakan Wi-Fi jadi beberapa ada yang memanfaatkan untuk rapat,” ujarnya.

Meski jumlah kunjungan menunjukkan tren positif, Tunjung mengakui masih banyak masyarakat yang belum mengetahui lokasi baru Perpustakaan Provinsi Bali sejak dipindahkan dari Jalan DI Panjaitan, Renon, ke Jalan Tukad Batanghari pada 2022. “Kalau di sini sekarang bisa dikatakan belum maksimal sehingga pelayanan masih sedikit, jadi tantangannya di sana,” pungkasnya. On-MD

Foto: Pengunjung Perpustakaan Provinsi Bali, Mia Rubawange sedang membaca buku

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button