Bupati Serahkan Bantuan Rp 1,4 Miliar untuk Karya Agung Pitra Yadnya Desa Adat Jimbaran

BADUNG, MataDewata.com | Krama Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, menggelar Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah dan Nyekah Massal VII Tahun 2026, Selasa (1/9). Kegiatan keagamaan massal yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap pelaksanaan upacara ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya warisan leluhur.

Sebagai bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban ekonomi warga, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung dan menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis kepada Manggala Prawartaka sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Langkah ini sejalan dengan Keputusan Jero Bendesa Adat Jimbaran Nomor 002 Tahun 2006 tentang pembentukan Prawartaka Ngaben, yang menegaskan fungsi upacara massal dalam memupuk nilai gotong royong dan meringankan pembiayaan yadnya bagi krama setempat.

Baca juga :  Peningkatan Ekonomi Creative, Pendidikan dan Filosofis Budaya Melalui Denpasar Creative Award (DCA)

Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan krama Desa Adat Jimbaran. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung saya sangat mengapresiasi semangat krama yang telah bersatu dan bergotong royong dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan Rahayu,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Bupati juga berpesan agar masyarakat senantiasa memperkuat persatuan dan semangat menyama braya (persaudaraan). Menurutnya, pelaksanaan Pitra Yadnya tidak hanya memiliki nilai keagamaan yang sakral, melainkan juga instrumen vital dalam membentengi adat dan kebudayaan Bali.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Nyoblos di TPS 001 Pelaga dan Pantau Jalannya Pemilu di Kabupaten Badung

“Melalui kegiatan seperti ini, selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, kita juga secara tidak langsung ikut menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Pemkab Badung akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan di masyarakat,” tegas Adi Arnawa.

Di samping itu, Bupati Adi Arnawa mengingatkan pentingnya sektor pariwisata bagi Kabupaten Badung, mengingat PAD Badung sebagian besar bersumber dari sektor ini. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan ruas jalan baru di beberapa lokasi untuk mengatasi persoalan kemacetan serta melakukan penataan kawasan Pantai Kuta guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Baca juga :  Pelindo dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi Pelayanan Kepelabuhanan

Sementara itu, Manggala Prawartaka I Made Kariasa melaporkan bahwa rangkaian upacara telah berjalan bertahap mulai dari Atur Piuning hingga upakara ngaskara. Puncak upacara Nyekah dan Memukur dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026. Karya massal tahun ini tercatat diikuti oleh 113 sawa Ngaben Gede, 169 sawa Nyekah, 18 Ngelungah, 42 Ngelangkir, serta 55 peserta Metatah.

Upacara sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda Made Pemaron, Ida Pedanda Istri Simpangan Manuaba, serta Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Pancering Bhuana. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung Made Sudira, unsur Tripika Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, dan Bendesa Adat Jimbaran. Hb-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button