Wamenpar Dorong Pariwisata Bali yang Selaras dengan Alam

KARANGASEM, MataDewata.com | Dari Pura Lempuyang Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, mendorong pariwisata Bali yang selaras dengan alam. Hal disampaikan saat menghadiri rangkaian Upacara Yadnya Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Pujawali Catur Rebah Mapadudusan Alit di Pura Lempuyang Madya, Karangasem, Bali, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran Ni Luh Puspa bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat sekaligus menjadi bagian dari momentum selesainya pemugaran kawasan pelataran suci Pura Lempuyang Madya. Dalam kesempatan yang sama, Wamenpar bersama lintas sektor juga meluncurkan Aksi Penanaman Simbolis Bambu dalam Gerakan Bambuloka.

Gerakan yang merupakan kolaborasi dengan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) tersebut menyasar kawasan tangkapan air Lempuyang. Sebanyak 12.500 bibit bambu dan tanaman upakara atau Multi Purpose Tree Species (MPTS) akan ditanam sebagai bagian dari target restorasi ekologis seluas 100 hektare.

Baca juga :  Aksi Sosial Peringati HPN 2022, IKWI-PWI Bali Kunjungi Panti Tresna Werda

Dari kawasan suci Lempuyang, pesan yang disampaikan Wamenpar tidak hanya berkaitan dengan pelestarian tradisi, tetapi juga bagaimana pariwisata Bali ke depan tetap bertumpu pada alam yang terjaga.
“Bali telah lama menjadi etalase dan magnet pariwisata dunia karena keluhuran adat, tradisi spiritual, dan keasrian alamnya. Namun, kita tidak boleh menutup mata terhadap ancaman defisit air dan penurunan daya dukung lingkungan,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas, sekaligus ikut melestarikan dan menjaga alam sebagai sumber kehidupan.

“Masa depan kepariwisataan Indonesia harus bertransformasi menuju pariwisata yang berkualitas dan memulihkan (quality and regenerative tourism) sebuah konsep pariwisata yang tidak hanya mengejar angka kunjungan, melainkan secara aktif merawat bumi yang kita pijak,” ujarnya.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui Gerakan Bambuloka yang diarahkan untuk memperkuat konservasi kawasan tangkapan air Lempuyang. Bagi Wamenpar, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya menghadirkan destinasi dan meningkatkan kunjungan, tetapi juga harus memberi perhatian pada lingkungan serta melibatkan masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Baca juga :  Walikota Jaya Negara Gandeng Forkopimda Tinjau Geraja di Kota Denpasar

Gerakan ini juga berkaitan dengan filosofi Tri Hita Karana dan ajaran Sad Kerthi, terutama Danu Kerthi yang menekankan pelestarian sumber air dan Wana Kerthi dalam menjaga kelestarian hutan.

Penanaman bambu di kawasan tersebut diharapkan mampu membantu menjaga fungsi ekologis tanah, meningkatkan kemampuan menyerap dan menyimpan air, sekaligus mengurangi risiko erosi. Di sisi lain, ekosistem bambu juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat melalui kerajinan, tanaman upakara maupun edukasi lingkungan.

Menurutnya, kegiatan penanaman di kawasan suci Lempuyang juga memiliki makna yang lebih luas karena mempertemukan unsur spiritual, sosial, dan lingkungan. “Apa yang kita tanam hari ini di pelataran suci Lempuyang Madya melambangkan keutuhan bakti kita, persembahan suci Parahyangan ke hadapan Sang Pencipta, merajut gotong royong dan menyama-braya di sisi Pawongan, serta komitmen Palemahan dalam merawat bumi,” terangnya.

Baca juga :  Bupati Adi Arnawa Kebut Progres Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

Ia berharap gerakan konservasi tersebut dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Dengan demikian, keberadaan destinasi tidak hanya memberikan pengalaman bagi wisatawan, tetapi juga menjaga lingkungan dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Perindustrian, anggota DPR RI dan DPD RI, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, para kepala daerah se-Provinsi Bali, tokoh adat, serta mitra industri yang berkomitmen dalam penerapan prinsip kesetimbangan air (water balance). On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button