Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Gandeng Desa Adat Batur Bangun Sentra Bibit Bambu

DENPASAR, MataDewata.com | Yayasan Bambu Lestari menjalin kolaborasi jangka panjang dengan Desa Adat Batur melalui pembentukan sentra bibit bambu sebagai upaya memperkuat konservasi lingkungan di kawasan Kaldera Batur.
Koordinator Wilayah Bali Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Mochammad Nicko Agung Pangestu mengatakan program tersebut diawali dengan workshop bambu pada 4 Agustus 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Batur Village Festival.
Hal itu, disampaikan kepada awak media dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan oleh Panitia Peringatan 100 Tahun Rarud Batur di Kubu Kopi, Denpasar Rabu (22/7/2026).
“Kami nanti akan berkolaborasi jangka panjang dengan teman-teman di Desa Batur. Kami akan melakukan kick off pada tanggal 4 Agustus dengan membawa tema workshop bambu dalam beberapa dimensi,” ujar Nicko.
Menurut Nicko, bambu memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali karena digunakan dalam berbagai aktivitas adat dan keagamaan, mulai dari kelahiran hingga upacara kematian.
“Bambu di Bali adalah salah satu elemen kehidupan masyarakat. Dari lahir sampai seseorang disemayamkan, bambu selalu hadir. Tujuan kami adalah mengingatkan kembali bahwa bambu merupakan salah satu elemen paling penting di Bali, ujarnya.
Selain workshop, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari akan membangun sentra pembibitan bambu yang melibatkan masyarakat Desa Batur sebagai bagian dari upaya konservasi kawasan Danau Batur.
“Kami juga akan membuat satu sentra bibit bambu di Desa Batur. Nantinya masyarakat kami ajak membibitkan bambu yang bisa menjadi media konservasi di kawasan Danau Batur dan sekitarnya,” tuturnya.
Ia berharap Melalui kolaborasi tersebut, Desa Adat Batur dapat menjadi contoh pengembangan konservasi berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Bali. On-MD



