Bank BPD Bali Naik Kelas ke KBMI 2 dan Perkuat UMKM
Raih Kinerja Positif Triwulan II 2026, Modal Inti Tembus Rp6 Triliun dan Bukukan Laba Bersih Rp755,75 Miliar

DENPASAR, MataDewata.com | PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) mempertahankan tren kinerja keuangan yang positif dan solid pada Triwulan II 2026, sekaligus menorehkan sejarah baru dengan naik kelas ke dalam jajaran Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. Keberhasilan ini dicapai setelah modal inti bank menembus angka di atas Rp6 triliun, tepatnya mencapai Rp6,064 triliun pada Juni 2026, yang didorong oleh penguatan permodalan dari setoran modal Pemerintah Daerah selaku pemegang saham hingga mencapai Rp3,63 triliun.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan bahwa kenaikan kelas ini memperluas ruang ekspansi, meningkatkan kapasitas layanan, serta mempertegas komitmen bank dalam menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Sepanjang paruh pertama 2026, total aset Bank BPD Bali tumbuh 5,75 persen secara tahunan mencapai Rp42,74 triliun, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp755,75 miliar atau meningkat 17,67 persen.
Dalam fungsi intermediasi, Bank BPD Bali menyalurkan kredit sebesar Rp25,85 triliun dengan rasio NPL yang tetap terjaga rendah di level 0,94 persen. Fokus pembiayaan ditempatkan pada sektor produktif dan UMKM, termasuk realisasi KUR yang mencapai Rp1,17 triliun serta produk KUSUMA sebesar Rp1,72 triliun. Transformasi digital melalui pengembangan layanan e-banking, QRIS, serta penerapan manajemen risiko berstandar ISO 31000:2018 turut memperkuat tata kelola perusahaan yang baik secara berkelanjutan. Bp-MD



