Bupati Sanjaya Dorong Penguatan PAD untuk Wujudkan Kemandirian Fiskal Tabanan
Wabup I Made Dirga Tekankan Perangkat Daerah Hentikan Ego Sektoral dan Kreatif Gali Potensi Lokal

TABANAN, MataDewata.com | Upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah terus didorong Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui penguatan sinergi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri Sosialisasi Optimalisasi Sinergi Pendapatan Asli Daerah guna Mewujudkan Kemandirian Fiskal Kabupaten Tabanan, yang berlangsung di Ruang Rapat Jayaning Singasana, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Tabanan beserta para asisten, kepala perangkat daerah, serta 155 peserta yang terdiri atas perangkat daerah penghasil pajak dan retribusi daerah.
Sosialisasi ini digelar sebagai langkah strategis menghadapi dinamika kebijakan pusat terkait efisiensi dana transfer, yang menuntut pemerintah daerah untuk semakin kreatif dan inovatif menggali potensi penerimaan lokal. Hadir sebagai narasumber, Direktur Pembiayaan Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang juga mantan pejabat Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Raden An’an Andri Hikmat, S.R.A.P., M.M.
Dalam sambutan Bupati Sanjaya yang dibacakan oleh Wabup I Made Dirga, disampaikan bahwa ketersediaan pendanaan sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. “Kemandirian fiskal bukan sekadar indikator angka-angka statistik di atas kertas APBD, tetapi lebih dari itu merupakan wujud kedaulatan daerah dalam menentukan arah pembangunannya sendiri,” tegasnya.
Bupati Sanjaya menginstruksikan seluruh jajaran untuk meninggalkan ego sektoral dan memiliki kepekaan tinggi terhadap potensi pendapatan di sektor masing-masing. “Jangan hanya pandai mengusulkan anggaran belanja, tetapi harus kreatif dan inovatif dalam menggali serta meningkatkan potensi pendapatan di sektor masing-masing,” pesannya.
Kepala Badan Keuangan Daerah Tabanan, Ni Wayan Mariati, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengakselerasi pengelolaan pendapatan melalui evaluasi regulasi, pemutakhiran data, serta peningkatan efisiensi dan transparansi penerimaan daerah. Ht-MD



