Guru Besar UHN Sugriwa Soroti Tiga Indikator Krisis Serius

Lingkungan, Ekonomi, dan Sosial

DENPASAR, MataDewata.com | Guru Besar sekaligus akademisi Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. I Gede Sutarya, SST.Par., M.Ag., menyoroti tiga indikator utama yang perlu mendapat perhatian serius, yakni lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Guru Besar bidang Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Spiritual dan Keagamaan, itu menilai Indonesia tengah menghadapi tekanan multidimensi, mulai dari kabut asap, gejolak ekonomi, pelemahan rupiah, dan penurunan daya beli hingga tersendatnya pasokan BBM serta merosotnya kepercayaan publik terhadap pemimpin. Tiga indikator tersebut diunggah melalui media sosialnya (akun Facebook), Sabtu (17/10/2026).

Prof. Sutarya menilai, berbagai persoalan tersebut berpotensi semakin membebani kondisi nasional jika tidak segera diatasi secara serius dan terukur. Ia juga mengingatkan agar situasi ini tidak dianggap sepele, mengingat dampaknya dapat meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Sadarilah, negeri ini sedang menghadapi masalah serius. Ada tiga indikator untuk melihat suatu masalah serius suatu negeri, yaitu aspek lingkungan, ekonomi dan sosial,” tegas Prof. Sutarya.

Baca juga :  Update Penanggulangan Covid-19, Terkonfirmasi Bertambah 83 orang

Kerusakan ekologis di tanah air telah mencapai tahap darurat yang secara langsung mengancam vitalitas ruang hidup serta kesehatan masyarakat secara luas.
“Aspek lingkungan, negeri ini sedang bermasalah dengan kabut asap,” ujarnya.

Selain persoalan lingkungan, Sutarya menyoroti tekanan ekonomi yang tercermin dari kondisi pasar saham, nilai tukar rupiah, daya beli masyarakat, hingga kelancaran pasokan BBM.

Baca juga :  Pemprov Bali Salurkan Bantuan Pembangunan Rumah di Kintamani dan Kursi Roda untuk Pasien RS Manah Shanti Mahottama

Gangguan pasokan energi menjadi perhatian karena BBM berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha. Ketika distribusi tersendat, dampaknya dapat meluas ke berbagai kegiatan ekonomi yang bergantung pada ketersediaan energi.

“Aspek ekonomi, sedang bermasalah dengan pasar saham yang anjlok, rupiah yang jeblok, dan daya beli masyarakat yang menurun, plus suplai BBM yang tersendat,” paparnya.

Ia juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilai semakin mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan penyelenggara negara. Situasi ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik melalui komitmen nyata terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pemberantasan korupsi.

Baca juga :  Bluebird Gelar Sapuh Leger Massal Gratis Ketiga Kalinya

“Aspek sosial, masyarakat sedang mengalami krisis kepercayaan yang akut akibat korupsi yang tak ada habis-habisnya,” pungkasnya.

Sorotan akademisi tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan, ekonomi, dan sosial membutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan. Pemerintah dituntut menghadirkan kebijakan yang terukur, konsisten, serta menyasar akar persoalan agar tekanan di berbagai sektor tidak semakin membebani masyarakat.

Pembenahan lingkungan, penguatan kondisi ekonomi, dan pemberantasan korupsi perlu menjadi bagian dari upaya memulihkan kepercayaan publik sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat. On-MD

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button