Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Pengelolaan Sampah dan Kemandirian Energi untuk Keberlanjutan Pariwisata Bali

BADUNG, MataDewata.com | Keberlanjutan sektor pariwisata Bali tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan semata, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam menjaga kualitas lingkungan dan mengatasi berbagai persoalan mendasar. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali Tahun 2026 di Hotel InterContinental Bali, Jimbaran, Kabupaten Badung, Jumat (16/10/2026).

Gubernur Koster memaparkan bahwa salah satu tantangan krusial yang menjadi fokus perhatian Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah sampah secara komprehensif. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Bali secara konsisten terus mendorong pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pulau Dewata.

Baca juga :  Siapkan Destinasi Tersertifikasi CHSE, Wisatawan Harus Disiplin Prokes

Selain persoalan lingkungan dan sampah, Gubernur Koster juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya memperkuat kemandirian energi di Bali. Saat ini, pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata di Bali masih bergantung pada sistem kelistrikan Pulau Jawa melalui jaringan kabel bawah laut.

Guna mengurangi tingkat ketergantungan tersebut secara bertahap, Pemprov Bali mengambil langkah strategis dengan mendorong pembangunan infrastruktur energi bersih. Langkah ini mencakup pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas dengan kapasitas sekitar 1.550 megawatt serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kuota mencapai sekitar 1.000 megawatt.

Baca juga :  Gubernur Wayan Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

Pengembangan berbagai infrastruktur energi ramah lingkungan tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian serta pemenuhan kebutuhan listrik Bali secara optimal pada tahun 2031 mendatang. Melalui pasokan energi yang mandiri dan bersih, kualitas lingkungan pariwisata Bali diharapkan akan semakin terjaga dengan baik.

Gubernur Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan pariwisata, termasuk para pelaku biro perjalanan wisata yang tergabung dalam ASITA Bali, untuk turut serta mendukung arah kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Keberhasilan pariwisata Bali harus diukur secara seimbang, tidak hanya dari pencapaian pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari terjaganya kelestarian lingkungan, adat, tradisi, serta budaya yang menjadi nyawa pariwisata Bali. Hp-MD

Baca juga :  Aksi Nyata Semeton Jegeg Bagus Gianyar Terhadap Pariwisata

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button