Hadiri Pawiwahan Krama, Bupati Sanjaya Tekankan Pentingnya Bakti kepada Orang Tua dan Leluhur

TABANAN, MataDewata.com | Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga; anggota DPRD Tabanan; sekretaris daerah; serta jajaran kepala perangkat daerah, menghadiri undangan upacara Pawiwahan Gede Prabha Adhyatmaja Nataran, A.Md., dan A.A. Ratih Saraswati, S.H., M.Kn., putra-putri dari keluarga Gede Buda Nataran, S.Pd., dan A.A. Nyoman Darma Putra, S.Sos., Senin (12/10/2026), di Jero Batanbuah, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan.
Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus turut memberikan doa restu bagi kedua mempelai dalam memulai kehidupan berumah tangga.
“Jangan kacang lupa pada kulitnya. Proses orang tua membesarkan anak hingga dewasa merupakan perjuangan panjang. Karena itu, setelah berumah tangga, jangan pernah melupakan orang tua. Tetaplah menjalin hubungan, berbakti, dan hadir ketika mereka membutuhkan,” pesan Bupati Sanjaya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat menempuh hidup baru serta mendoakan agar kedua mempelai senantiasa berbahagia, hidup rukun, dan langgeng. Ia berpesan agar pasangan yang telah memasuki jenjang Grahasta Asrama senantiasa menjaga keseimbangan hubungan dengan kedua keluarga, tetap berbakti kepada orang tua, serta tidak melupakan leluhur dan warisan keluarga.
Menurutnya, perkawinan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan antarkeluarga dan melanjutkan nilai-nilai luhur yang diwariskan generasi terdahulu.
Lebih lanjut, Sanjaya menekankan pentingnya menjaga keberadaan warisan leluhur, termasuk sanggah, merajan, dan pelinggih, sebagai bagian dari identitas serta tanggung jawab keluarga dalam tradisi masyarakat Bali. Ia berharap kedua mempelai dapat membangun rumah tangga yang harmonis, menjalankan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat dan adat, serta melanjutkan keturunan sebagai bagian dari keberlangsungan keluarga dan tradisi Bali.
Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya mendukung program KB Krama Bali, yakni empat anak yang digaungkan Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya menjaga keberangkatan generasi dan melestarikan kearifan lokal dalam penamaan anak Bali, khususnya Nyoman sebagai anak ketiga dan Ketut sebagai anak keempat. Program tersebut juga selaras dengan program inovatif Kabupaten Tabanan, yakni Semara Ratih.
Ia berharap generasi muda dapat memahami bahwa melanjutkan keturunan bukan hanya bagian dari kehidupan berkeluarga, tetapi juga menjadi salah satu upaya menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari bagi generasi mendatang. Ht-MD



