Gerindra Badung Paparkan Catatan Kritis, Soroti Kondisi Daerah dalam Pemandangan Umum Fraksi

BADUNG, MataDewata.com | Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung melayangkan sejumlah catatan kritis terkait arah pembangunan daerah saat menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi dalam Sidang Paripurna DPRD Badung. Sejumlah isu yang disoroti, mulai dari dampak erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap pariwisata, belanja infrastruktur, pengerukan Tukad Mati, penataan Samigita, hingga keamanan wisatawan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara, mengatakan Gerindra optimistis target PAD tercapai, namun meminta Pemkab Badung tetap waspada terhadap dampak erupsi yang mulai mengganggu penerbangan dari dan menuju Bali.
“Terhadap rancangan kenaikan Pendapatan Asli Daerah, kami optimistis unit teknis dapat mencapainya. Hanya saja pemerintah agar lebih waspada dan bergerak optimal mengingat situasi saat ini akibat terjadinya letusan Anak Gunung Krakatau yang mengakibatkan pembatalan/pergeseran 108 penerbangan domestik dari dan ke Bandara Ngurah Rai, sehingga terdampak sekitar 13.000 potensi calon wisatawan domestik mengalami pembatalan sejak letusan terjadi,” ujar Puspa Negara saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi Gerindra, Jumat (11/9/2026).
Lebih lanjut, Fraksi Gerindra memberikan apresiasi atas porsi alokasi infrastruktur yang menembus 59,23 persen dari total belanja daerah rekor terbesar dalam sejarah penganggaran Badung. “Angka ini pertama kali dan terbesar dalam sejarah pembangunan Badung, yang merupakan bentuk komitmen nyata Bupati Badung dalam membangun pariwisata berkualitas yang patut kami apresiasi tinggi,” ujarnya.
Sayangnya, komitmen besar pada infrastruktur belum sejalan dengan eksekusi di lapangan. Salah satunya penanganan banjir Tukad Mati, di mana dari total 5 kilometer area yang mengalami sedimentasi parah, pengerukan baru mencapai 800 meter.
“Fraksi Gerindra meminta Bupati untuk mengambil langkah strategis, kebijakan, dan diskresi cepat agar pengerukan ini dituntaskan segera tahun ini sebelum musim hujan tiba,” ucapnya.
Gerindra mendorong Pemkab Badung untuk melakukan penataan menyeluruh di kawasan Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) mulai dari fasilitas dasar dan estetika kawasan hingga penguatan keamanan untuk mengembalikan Kuta sebagai destinasi unggulan.
Maraknya pencopetan, penjambretan, begal, scamming, hingga ulah wisman yang meresahkan di kawasan pariwisata dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Bali jika tidak ditangani secara tegas.
“Kami Fraksi Gerindra meminta Polda Bali, Polres Badung, dan Polresta Denpasar untuk mengaktifkan kembali Tourism Police dan Honorary Police untuk menjaga keamanan di destinasi yang sudah terbukti ampuh eksistensinya,” tutupnya.
Menariknya, deretan catatan kritis itu disertai dokumentasi dan tangkapan layar kondisi riil di lapangan. Karena itu, Fraksi Gerindra menegaskan pengawasan APBD Perubahan 2026 tidak boleh sebatas angka di atas kertas, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata Badung. On-MD



