Tidak Sekedar Panggung Kreativitas Ogoh-Ogoh, Badung Caka Fest Putar Ekonomi hingga Rp1,49 Miliar

BADUNG, MataDewata.com | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa Badung Caka Fest tidak hanya sekedar menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan perputaran ekonomi masyarakat yang berhasil menembus angka Rp 1.494.883.240 (1,49 Miliar) selama empat hari penyelenggaraan kegiatan yang menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik se-Kabupaten Badung di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung.
Lonjakan transaksi UMKM mewarnai pelaksanaan Badung Caka Fest 2026. Pada hari pertama transaksi mencapai Rp 253.740.000, hari kedua meningkat hingga Rp 338.211.240, hari ketiga naik signifikan hingga Rp 441.537.000, dan pada hari keempat capaian transaksi berada di angka Rp 461.395.000. Capaian ini menunjukkan kuatnya potensi ekonomi kreatif yang dapat tumbuh dari penyelenggaraan event budaya di Kabupaten Badung.
“Badung Caka Fest kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik di Badung, tetapi juga sebagai upaya membuka sumber-sumber ekonomi baru melalui event-event daerah. Dengan melibatkan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi, kami ingin memastikan setiap kegiatan yang digelar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Bupati Adi Arnawa. Dalam pelaksanaannya, seluruh pelaku UMKM yang terlibat tidak dipungut biaya apapun sehingga memberikan kesempatan merata untuk memasarkan produk mereka.
Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para seniman ogoh-ogoh, komunitas, serta pelaku UMKM yang telah berpartisipasi dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi masyarakat akan terus didorong agar event-event di Kabupaten Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Hd-MD



